PERSONAL SELLING SANGAT PENTING DALAM MARKETING

3:03 PM Add Comment
SAATNYA BLAK BLAKAN KEPADA AYU TING TING 
TENTANG SIAPA ANGGITA, SHEILA DAN ANGGUN
DIDALAM KEHIDUPAN ENJI


Jin Properti - Nonton infotainment tadi pagi, ada berita soal Limbad yang mengunjungi Ayu Ting Ting di rumahnya, untuk meminta oleh-oleh kurma Mekah dan memberikan nasehat-nasehat atas prahara rumah tangga yang sedang menimpa biduk rumah tangga Ayu Ting Ting bersama Enji suaminya.

Kunjungan yang berkesan dalam di hati Ayu Ting Ting, yang sudah menganggap Limbad sebagai seorang kakak, dan kebetulan mereka bernaung dibawah satu manajemen artis yang sama. Dalam kunjungan tersebut, Limbad bisa melihat secara visual wajah Ayu Ting Ting yang sedang murung, sehingga bisa menghiburnya supaya bisa tersenyum. Dalam kunjungan tersebut, Limbad bisa menyalami langsung Ayu Ting Ting, bahkan menepuk-nepuk punggung Ayu sebagai bentuk dukungan dan perhatian.

Sobat properti, liputan diatas hanya berupa kunjungan seorang kakak kepada seseorang yang dianggap adik, tapi kesannya sangat dalam di hati Ayu Ting Ting. Kesannya melebihi puluhan ungkapan simpati dan dukungan yang disampaikan oleh teman dan kerabat Ayu lewat BBM atau SMS atau facebook atau twitter. Kenapa? Karena ada human touch yang sangat personal. Ayu bisa melihat ekspresi wajah Limbad saat memberikan nasehat serta dukungannya, dan itu terekam dalam di benak Ayu Ting Ting.

Tahun depan saat (semoga) prahara ini sudah berakhir, mungkin Ayu tidak ingat siapa saja yang pernah menghiburnya via BBM dan SMS, tapi dia pasti tidak lupa dengan kehadiran Limbad secara personal ke rumahnya.

Saya juga mau mengunjungi Ayu Ting Ting. Saya mau blak-blakan mengenai semua hal yang saya ketahui mengenai identitas dari 3 wanita bernama Anggita, Sheila, dan Anggun yang mendadak muncul dan numpang ngetop di TV hanya karena merasa pernah dekat dengan Enji suami Ayu Ting Ting. Anda penasaran? Ikutan saya saja yuk ....

Sobat properti, dalam ilmu marketing dikenal istilah PERSONAL SELLING, yang mengajarkan teori sederhana bahwa aktivitas menjual dengan bertemu secara visual jauh lebih efektif dan lebih berpeluang menuju closing daripada sekedar menjual melalui surat penawaran atau melalui telepon apalagi sekedar SMS-an. Sama halnya seperti kunjungan personal Limbad ke rumah Ayu Ting Ting yang lebih bermakna ketimbang sekedar dukungan via BBM dan SMS saja.

Ada 3 keunggulan yang anda peroleh jika melakukan Personal Selling, yaitu;

#1. RESPON PEMBELI TERLIHAT LANGSUNG
Setiap pemasar pasti lebih bisa menilai respon pembeli dengan melihat raut wajah serta bahasa tubuhnya disaat calon pembeli dibujuk untuk membeli produk properti yang ditawarkan kepadanya. Apakah kelihatan tertarik, kelihatan dingin alias datar-datar saja, atau kelihatan sinis. Respon yang sinis atau datar membuat pemasar tahu bahwa dia harus lebih gencar melakukan teknik supporting supaya konsumen bisa tertarik. Kalau hanya melalui surat atau BBM atau SMS, jelas raut muka konsumen tak bisa diketahui.

Jika pembeli terlihat antusias dan merespon penawaran produk properti anda dengan baik, maka tak perlu menunggu lama langsung bisa digiring menuju closing.

#2. PENDEKATAN LEBIH PERSUASIF
Ingatlah bahwa dalam menjual kita perlu membujuk dan merayu konsumen. Melalui personal selling yang ada unsur bertemu dan tatap muka, kesempatan itu terbuka lebar. Merayu dan membujuk lebih mudah dilakukan disaat bertemu secara fisik. Karena itu disarankan bahwa semua pemasar harus berusaha bisa bertemu secara fisik dengan konsumen guna melakukan presentasi. Jika ada konsumen yang telepon, jangan diberi informasi secara lengkap, tapi pakailah komunikasi via telepon itu sebagai tools untuk membuat appointment alias janji bertemu. Telepon hanya cocok untuk melakukan follow up, setelah sebelumnya sudah pernah bertemu secara personal touch.

#3. MENCIPTAKAN HUBUNGAN BAIK
Mungkin seorang sales pernah telepon 30 menit dengan seorang konsumen melalui pesawat telepon. Tapi jika konsumen tersebut tak jadi closing, maka hubungan itu selesai sudah. Jika suatu saat dua insan manusia itu bertemu di sebuah tempat, mereka tak akan saling mengenal. Berbeda halnya jika seorang sales pernah bertemu langsung dan berinteraksi dengan seorang konsumen, dimana mereka pernah saling berjabat tangan dan bertatap muka, maka kualitas interaksinya jauh lebih baik. Mereka jadi relasi, dan tersambung tali silaturahmi. Syukur-syukur jadi closing. Tapi seandainya tidak jadi closing sekalipun, hubungan baik sudah terjadi, dan tali silaturahmi sudah tersambung. Suatu saat jika bertemu bisa saling menyapa dan membuka peluang bisnis lainnya.

Sobat properti, dari uraian diatas anda tahu bahwa tindakan Limbad mengunjungi Ayu Ting Ting jauh lebih bermakna daripada sekedar ungkapan simpati melalui SMS atau BBM. Demikian juga presentasi seorang sales kepada konsumen melalui personall selling dan tatap muka jauh lebih baik ketimbang hanya presentasi via telepon.

Kadar keseriusan seorang konsumen terhadap produk anda sebenarnya bisa diukur dari respon mereka saat diajak untuk membuat appointment bertatap muka. Jika mereka menolak, mungkin mereka baru sekedar mencari informasi. Bisa-bisa malah mereka dari kompetitor yang sedang mengecek berapa harga jual produk anda. Membeli properti adalah membeli lokasi. Tak mungkin terjadi transaksi sebelum konsumen mensurvei lokasi. Seorang sales seharusnya mengundang konsumen untuk bersama-sama mensurvei lokasi sekaligus melakukan presentasi secara visual.

Sobat properti, pengertian PERSONAL SELLING sebenarnya bukan sebatas konteks bertemu dan tatap muka dengan calon konsumen. Ada definisi yang lebih luas dimana PERSONAL SELLING adalah menggarap target market yang tidak pernah membaca iklan anda, tidak pernah melihat spanduk anda, tidak pernah lihat pameran anda di mall. Personal selling adalah mengelola market potensial tetapi mereka tidak bisa dijangkau melalui jalur distribusi informasi yang umum, sehingga mesti dikejar melalui jalur khusus.

Misalnya; anda meminta data nasabah bank yang memiliki kartu kredit Platinum, atau data nasabah Prioritas, kemudian anda mengontak mereka meminta waktu bertemu guna melakukan presentasi. Itu namanya Personal Selling.

Misalnya; anda mendata teman-teman lama yang dianggap sudah sukses dan mapan ekonominya, kemudian menghubungi mereka, pura-pura say hello, ajak ngopi bareng, padahal misinya adalah menawarkan produk. Itu namanya Personal Selling.

Misalnya; anda dengar kabar kalau pak Sastro ada rencana membelikan rumah baru untuk anak sulungnya. Kemudian anda bergegas mendatangi pak Sastro guna membawakan brosur dan menyampaikan presentasi khusus di tempat pak Sastro. Itu namanya Personal Selling.

Personal Selling versi jin properti adalah mengolah prospek yang tidak berada dalam jangkauan radar promosi produk anda. Mereka tidak mendapat akses distribusi informasi mengenai produk anda secara umum, sehingga Personal Selling semacam strategi jemput bola dimana pemasar mendatangi prospek.

Mungkin sobat properti bertanya, kenapa mereka tidak bisa mengakses informasi? Karena jangkauan radar promosi anda terbatas.

Misal; anda pasang iklan di Suara Merdeka, padahal mereka langganannya Jawa Pos. Anda pameran di Java Mall, padahal mereka berbelanja di Ciputra Mall. Anda pasang spanduk di 30 titik strategis, padahal mereka tidak pernah melewati titik strategis tersebut. Atau lewat tetapi tidak memperhatikan.

Pernah saya alokasikan budget belanja promosi besar-besaran secara intensif saat launching sebuah proyek properti. Saya lakukan gencar dengan harapan awareness tercipta dan produk dikenal publik. Saat saya sudah merasa pede memperkenalkan diri kepada relasi dan teman, eh ternyata mereka belum tahu mengenai produk kita.

Itulah sebabnya kita tetap memerlukan Personal Selling sebagai salah satu bentuk pemasaran alternatif selain bentuk pemasaran yang umum lainnya. Personal Selling sangat penting dalam marketing (pemasaran) produk properti anda.

SAYA BENAR BENAR APES, KENA FITNAH DAN PEMBUNUHAN KARAKTER

5:41 PM Add Comment
TEKNIK BERIKLAN EFEKTIF 
DENGAN JURUS STOPPING POWER


Jin Properti - "Om AW, mau jadi Akhmad Fathanah seri selanjutnya ya?" Pagi hari jam 06.30 ada BBM masuk dengan kalimat seperti itu. Saya cuekin karena tidak paham maksudnya, dan berpikir itu hanya ulah orang iseng saja.

Tak sampai 15 menit ada SMS masuk dari seorang teman; "Woiiii, keren abis sekarang bos AW sudah punya bini 4, kenalin dong bini nomer 2 s/d 4. Pasti muda-muda dan cantik."

Tuing-tuing, mendadak indera jin saya berdering dengan keras. Apa-apaan nih? Koq ada yang menyebut nama Akhmad Fathanah dan sekarang menuduh istri saya ada empat. Gila benerrrr. Saya penasaran banget.

Usut punya usut, setelah menanyai pihak yang BBM dan SMS saya (pagi itu ada 11 BBM dan SMS sejenis yang masuk), baru saya paham bahwa pagi itu ada iklan berukuran cukup besar di harian Suara Merdeka Semarang dengan bunyi sensasional seperti ini;

KAYA RAYA ISTRI EMPAT, Jadi Developer Perumahan Modal Dengkul. Sebuah iklan berukuran 3 x 100 mmk dengan foto saya terpampang disitu, terbit di Suara Merdeka halaman 2 edisi 15 Nopember 2013.

Demi topan badai, selama ini saya merasa sudah gila, ternyata murid saya ada yang lebih gila lagi melebihi kegilaan saya. Saking gilanya sampai bikin saya mau pingsan akibat tak kuat menahan akulturasi dari rasa malu berbaur rasa marah pagi itu.

Sobat properti, sebulan lalu salah seorang murid workshop saya (kelas hotel Metro Semarang) menemui saya dan menawarkan diri menjadi EO dengan konsep bagi hasil untuk menggelar workshop lagi di bulan Desember. Sebelumnya mau dilakukan preview terlebih dahulu di pertengahan Nopember 2013. Supaya acaranya sukses dan mendapatkan banyak peserta, EO tersebut memang memasang iklan di koran.

Pada Rabu sore 13 Nopember 2013, EO tersebut menghubungi saya kalau baru saja kirim email berisi draft iklan preview atau seminar. Dia minta revisi dan koreksi atas materi iklan. Berhubung sore itu saya sedang super sibuk, maka saya tanpa membuka email apapun langsung menjawab singkat; "Oke, silahkan dilanjut". Pikir saya bunyi iklannya paling begitu-begitu saja seperti pada umumnya.

Hari Kamis 14 Nopember 2013 iklannya diorder, dan hari Jumat 15 Nopember 2013  iklannya terbit. Bunyinya sensasional fenomenal sekaligus bikin emosional. Benar-benar pembunuhan karakter, karena seakan-akan saya diumumkan terang-terangan ke publik sudah punya bini 4. Sialan, menjatuhkan reputasi. Mau klarifikasi kemana? Yang baca ada ratusan ribu orang, dan yang jelas saya yang asli orang Semarang pasti punya banyak kenalan di Semarang.

Saat saya dengan marah mengajukan komplain kepada EO, dengan enteng pihak EO menjawab bahwa dia sudah konfirmasi ke saya, dan saya menjawab "Oke, silahkan dilanjut". Itu dianggap sebagai persetujuan atas konsep materi iklan. Padahal saya teledor tidak pernah membuka email tersebut. Benar-benar blunder.

Terpaksa saya harus rela menerima segala konsekwensi dari iklan ini. Yang tahu nomer HP dan PIN BB saya dan tak sungkan bertanya pasti saya jelaskan sebagai klarifikasi. Tapi mungkin ribuan yang lain hanya membaca, terkejut, tertawa, dan menyimpannya didalam hati, dan berpikir saya benar-benar sudah punya bini 4. Ampuuuun DJ !!!

Sobat properti, saya memang selalu mengajarkan bahwa jika beriklan pilhlah judul yang memiliki STOPPING POWER. Judul yang unik, menggelitik, dan mampu menyita atensi dari pembacanya untuk sejenak tertegun dan penasaran, lalu terjebak membaca materi lanjutannya. Jika pembaca sudah terjebak membaca materi iklan, artinya semua konten iklan kita berhasil didelivery ke benak konsumen. Tujuan kita beriklan tercapai.

Iklan yang unik dan punya STOPPING POWER, akan mendapatkan lebih banyak atensi dari pembacanya. Makin banyak pembaca, makan besar peluang produk anda dibeli oleh konsumen. Kenapa? Karena konsumen hanya membeli produk yang mereka ketahui. Tentu saja produk yang memiliki benefit dan sesuai kebutuhan konsumen.

Pihak EO yang juga eks murid workshop saya tersebut saya akui memiliki kemampuan menciptakan headline iklan yang sangat powerfull. KAYA RAYA ISTRI EMPAT melalui BISNIS PROPERTI MODAL DENGKUL. Edaaan, ini judul powerfull banget. Sayang sekali dibawah judul itu harus ada foto saya yang sedang bergaya pakai jas. Persepsi publik akan mengarah kepada saya sebagai oknum properti yang punya bini 4. Saya benar-benar apes.

Meski judulnya punya Stopping Power, ada satu kaidah yang lupa diaplikasikan oleh murid saya tersebut, yaitu tidak ada hubungan antara judul dengan isi. Padahal saya juga mengajarkan JURUS SEREMPETAN, dimana bunyi judul harus ada korelasi dengan kontennya. Bisa korelasi dalam 1 kata, korelasi dalam 1 kalimat, atau korelasi dalam 1 paragraf. Yang penting ada serempetannya. Kalau sekedar bikin judul bombastis tanpa ada benang merah dengan kontennya, rasanya pembaca akan bias memahami maknanya.

Pelajaran #1
Iklan yang baik adalah yang mampu menarik perhatian pembacanya. Judul yang punya STOPPING POWER akan mendapatkan atensi lebih banyak dari pembacanya daripada yang judulnya biasa saja. Iklan preview workshop diatas sukses membuat banyak pihak tersenyum penasaran dengan judulnya KAYA RAYA ISTRI EMPAT, meski berbau fitnah dan pembunuhan karakter kepada pembicaranya.

Pelajaran #2
Iklan yang baik adalah yang mampu mendelivery semua benefit dari produk yang ditawarkannya. Iklan preview workshop diatas juga menyebutkan semua benefit yang akan diperoleh para peserta seminar properti, yaitu diajarkan cara memulai dan cara menjalankan bisnis properti.

Pelajaran #3
Iklan yang baik adalah yang ada unsur membujuk konsumen untuk segera membeli produk (barang/jasa) yang sedang dipasarkan. Dan iklan preview workshop diatas mengaplikasikannya dengan baik, sebagaimana kalimat "Segera Angkat Telepon".

Pelajaran #4
Iklan yang baik dilarang lebay. Dan iklan preview workshop tersebut melanggar aturan ini. Lihat saja kalimat "10 Penelpon Pertama Dihibur Artis Ibukota". Wkwkwkwkw, ini benar-benar lebay. Meskipun demikian, saya suka gayanya beriklan. Saya cuma bingung bagaimana cara EO menghadapi konsumen yang menagih janji dihibur artis ibukota.

Pelajaran #5
Jangan pernah memberikan approval tanpa anda benar-benar pernah membuka, membaca, dan mempelajari sebuah materi atau draft apapun yang dikirimkan kepada anda. Bisa blunder seperti kasus yang saya alami ini.

Pelajaran #6
Jika anda benar-benar sudah sukses menjadi pengusaha properti dan kaya raya, jangan pernah deh sampai punya bini 4 seperti headline iklan lebay diatas. Mana tahan coy? Bisa goyang dengkul anda karena kebanyakan begituan.


Anda tertarik mengikuti preview workshop properti dengan trainer Jin Properti Ari Wibowo pada tanggal 23 Nopember 2013 di Hotel Grand Saraswati (jln. Singosari Raya Semarang) dengan biaya 75.000 saja??? Daftar saja buruan, call 024 - 7017 3808.

ANDA DEVELOPER TIDAK BONAFID YA?

10:43 PM Add Comment
BOS PROPERTI MENGHAJAR SUPLIER ALUMUNIUM



Jin Properti - Di siang hari yang panas terik begitu menyengat, saya mendapat laporan dari staf teknik di lapangan. "Bos, ini ada orang namanya Kusni mau merusak semua pintu di 4 bangunan yang ada di blok D, katanya barang milik dia belum dibayar. Dia akan mengurangkan niatnya merusak pintu jika tagihannya sebesar 19,5 juta dibayar hari ini."

Lho, lhoo... siapa pula kunyuk satu itu yang saya merasa tidak kenal dan juga tidak punya hutang koq mendadak mengancam mau merusak semua pintu? Hati saya penasaran, dan langsung minta bicara kepada orang bernama Kusni tersebut. Staf teknik menyerahkan telepon kepada Kusni supaya bisa berbicara dengan saya via telepon.

Kusni mengaku adalah suplier kusen alumunium yang sudah memasang kusen aluminium dan kaca disitu. Yang memberi dia order dan membuka PO (purchase order) adalah pak Achay. Nilai 19,5 juta yang dia tagihkan adalah kekurangan pembayaran yang selama 2 bulan terakhir tak jelas kapan dibayarkan oleh pak Achay, sehingga dia nekat akan melepas atau merusak semua kusen disitu.

Dengan tenang saya jelaskan bahwa pak Achay adalah subkontraktor yang saya berikan SPK (Surat Perintah Kerja) guna mengerjakan 4 unit bangunan tersebut, dan sejauh ini kewajiban pembayaran ke pak Achay dari kami tergolong lancar. Unit tersebut sudah selesai 100%, dan kami sudah membayar termin senilai 95%, hanya tersisa 5% saja sebagai retensi. Bangunan tersebut sudah diserah-terimakan secara resmi dari kontraktor kepada kami, dan saat ini memasuki masa pemeliharaan.

Saya katakan bahwa saya tidak punya hubungan administratif dan hutang piutang apapun dengan pak Kusni. Jadi kalau ada hutang piutang ya silahkan menagih ke pak Achay, bukan kepada kami.

Suplier aluminium yang bernama Kusni tersebut bersikeras tak mau tahu soal itu, dan meminta saya membayar tagihan sebesar 19,5 juta. Pilihan yang diberikan kepada saya cuma 2, yaitu pintunya dirusak, atau tagihannya dibayar. Panas hati saya digertak demikian. Kemudian saya berkata kepada dia untuk menunggu saya barang 20 menit di lokasi. Saya akan datang kesana menemui dia.

Diantar sopir, sayapun bertemu dia di lapangan. Dia ngotot minta dibayar atau merusak pintu-pintu yang ada. Saya berusaha sabar menghadapi kunyuk satu itu. Saya jelaskan bahwa semua bangunan tersebut sudah dalam penguasaan kami, dan bangunan itu milik kami, bukan milik subkontraktor bernama pak Achay. Jika bangunan dirusak, maka Kusni akan berhadapan dengan kami. Saya katakan akan melaporkan dia ke polisi.

Kusni tertawa sinis dan berkata; "Anda developer tidak bonafid ya? Beraninya lapor polisi. Urusan duit 19,5 juta saja tak sanggup bayar dan malah mau melapor polisi..."

Saya hilang kesabaran. Saya dekati Kusni dalam jarak dekat, saya tatap matanya dengan tajam, saya tunjuk mukanya, sambil berkata; "Oke, saya tidak akan melapor polisi. Sekali lagi saya katakan ini bukan soal mampu atau tidak mampu membayar. Saya menolak membayar karena memang tidak punya hutang piutang dengan anda. Anda pakai intimidasi? Saya layani. Sekarang silahkan anda buktikan ancaman anda untuk merusak pintu-pintu bangunan ini. Jika anda melakukan hal itu, dan kemudian saya membalas dengan gebukin anda sampai anda berlumuran darah atau bahkan cacat sebelah kaki, jangan salahkan saya...."

Saya berdiri didepan Kusni, saya melepaskan jam tangan dan HP saya dan saya taruh disebuah meja kecil. Saya siap berduel dengan kunyuk bernama Kusni tersebut. Sopir saya mendekat, saya katakan; "Jangan ikut-ikutan, ini urusan kami berdua." Staf teknik saya yang mencoba mencegah juga saya suruh menepi. Saya hadapi Kusni satu lawan satu. Beberapa tukang yang sedang bekerja di blok lain, berhamburan mendekati kami.

Eh, si Kusni yang badannya lumayan besar dan kulit hitam legam itu ternyata kaget saya berani menantang dia. Mungkin dia kaget saya yang dianggapnya bos properti pastinya orang halus dan intelek, sehingga takut saat digertak. Dia tidak tahu kalau saya jaman sekolah dulu termasuk jagoan berantem. Soal nyali saya masih punya, meski fisik belum tentu mendukung sekarang.

Kusni tidak berani melakukan apapun. Entah takut sama saya, atau mungkin takut sopir dan staf teknik saya ikut mengeroyok dia. Yang jelas mendadak dia melembut, tidak memaksa, dan dengan sopan minta dibantu supaya memperjuangkan tagihan dia ke pak Achay. Saya hanya bisa janjikan bahwa saat retensi 5% nanti mau dicairkan, saya akan kontak dirinya supaya bisa menagih langsung ke pak Achay.

Waduh, lega sekali hati saya berhasil mengatasi masalah ini. Untung gak jadi duel. Apa kata dunia? Kalau Jin Properti yang usianya sudah kepala 4 kedapatan berduel dengan suplier aluminium, hahahha.... Bisa masuk koran dengan judul ; "Bos Properti Menghajar Suplier Alumunium Sampai Kakinya Patah Sebelah". Bagi saya ini bukan sekadar soal duit 19,5 juta. tapi ini soal prinsip dan harga diri. Mosok saya akan berdiam diri melihat properti kami dirusak orang lain didepan mata? Padahal secara administrasi kami tak punya kaitan apa-apa dengan dia.

Sobat properti, kebiasaan saya selama ini adalah menunjuk subkontraktor untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan fisik di lapangan. Jarang banget kami mengerjakan sendiri secara swakelola. Alasannya? 

1. Alasan pertama adalah saya tidak suka punya team yang gemuk (banyak personil) jika harus melakukan peran sebagai kontraktor. Kami punya divisi teknik hanya melaksanakan fungsi administrasi dan supervisi saja. Misal; buka SPK, opname pekerjaan, pengawasan pelaksanaan pekerjaan, dll.

2. Alasan kedua adalah supaya administrasi keuangan tidak repot. Jika anda juga menjalankan fungsi kontraktor, maka aktivitas pembelian material sifatnya bisa harian, dan pembayaran tukang mesti secara mingguan. Repot banget jika setiap minggu mesti ada pengeluaran, karena itu membuat job reguler kita jadi banyak dan melelahkan. Kalau menunjuk subkontraktor, opname kita lakukan sebulan sekali, begitu juga pembayaran juga sebulan sekali

Memberikan pekerjaan kepada sub-kontraktor mungkin membuat biaya produksi anda lebih mahal 10 s/d 15%, yang menjadi margin keuntungan kontraktor. Akan tetapi secara tidak langsung membuat cashflow anda terbantu karena prosedur pengeluaran (pembayaran) hanya sebulan sekali, bukan harian atau  mingguan.

Repotnya adalah jika kontraktor anda kabur ditengah jalan, sehingga harus mencari kontraktor pengganti. Konraktor kabur biasanya akibat problem internal mereka, atau kontraktor sudah tahu bahwa jika proyek diteruskan bakalan rugi, sehingga mereka memilih kabur. Kenaikan harga material adalah alasan klasik yang membuat kontraktor kabur. Eskalasi harga material memang momok menakutkan bagi kontraktor. Makanya saya sarankan bahwa jika estimasi harga borongan saat ini (misalnya) Rp. 2.250.000,-/m2, saya sarankan agar dalam budgeting anda menganggarkan Rp. 2.350.000,-/m2. Selisih Rp. 100.000,-/m2 anda pegang sebagai safety margin yang sewaktu-waktu bisa dilepas kepada kontraktor jika mereka benar-benar kesulitan.

Salah satu masalah jika kita tunjuk subkontraktor ya seperti kasus diatas, dimana urusan-urusan dengan suplier, tukang, dll yang seharusnya bukan porsi kita, terkadang kita kena imbasnya jika kontraktor kita agak kacau manajemennya. Tapi hal seperti itu selalu selesai dan menang di pihak kita koq, karena nyatanya kita tak ada hubungan hutang piutang dengan mereka. Yang penting kewajiban kita dengan kontraktor beres sesuai bunyi kontrak. 

---------------------------------------------

Workshop Properti 2 Hari KETEMU JIN PROPERTI

DENPASAR BALI, 9 - 10 Nopember 2013, Hotel FAVE, Jln Teuku Umur Denpasar

BANJARMASIN, 30 Nop - 1 Des 2013, Hotel GRAND MENTARI, Jln. Lambung Amangkurat Banjarmasin.

Informasi; sdr. Agung di HP 0813 - 9088 8546 / PIN : 29D22D6F

BAGAIMANA CARA MEMBUAT POSITIONING PRODUK PROPERTI ANDA?

9:38 PM Add Comment
FOTO POLWAN BUGIL 
BIKIN ANDA MENGGIGIL




Jin Properti - Seorang eks peserta workshop KETEMU JIN PROPERTI menghubungi saya dan menanyakan apa arti dari POSITIONING dan seberapa penting peranan Positioning didalam pemasaran produk properti yang akan dilakukannya. Kebetulan dia ikut workshop sudah hampir 2 tahun yang lalu, dan baru sekarang mendapatkan proyek perdananya. Jadi pelajaran soal Positioning sudah lupa.

Saya jelaskan bahwa Positioning pada hakekatnya adalah "menanamkan persepsi di benak konsumen". Kenapa kita perlu menanamkan persepsi? Supaya konsumen tidak menarik persepsinya sendiri terhadap produk kita. Karena produk kita adalah sekumpulan manfaat yang tidak sempurna. Tetap saja ada cacatnya atau kekurangannya.

Mungkin produk properti kita memiliki 10 benefit yang bermanfaat bagi konsumen, misalnya ;

1. Lokasi strategis, dekat dengan akses jalan tol.
2. Akses jalan lebar 10 m, bisa dilewati 2 mobil bersimpangan.
3. View bagus, menghadap gunung.
4. Dekat dengan berbagai fasilitas umum (SD, SMP, Puskesmas, minimarket, dll)
5. Direncanakan akan dibangun lapangan futsal dan jogging track sebagai fasilitas umum.
6. Kualitas infrastruktur bagus (jalan ROW 8, gorong-gorong bawah tanah dll).
7. Spesifikasi material bangunan bagus.
8. Uang Muka ringan, bisa diangsur s/d 8 bulan.
9. Subsidi angsuran KPR sebesar Rp 500.000/bulan selama 12 bulan.
10. Harga jual murah sekali, hanya 85% dari harga kompetitor, dengan level benefit yang sama.

Lihat serentetan benefit diatas, ada 10 benefit yang memiliki manfaat bagi konsumen. Meskipun demikian, proyek properti anda juga memiliki 2 kelemahan sebagai berikut ;

1. Lokasi proyek terletak 500 meter sebelum TPA (tempat pembuangan akhir) sampah, dan terkadang ada bau menyengat.
2. Kawasan sekitarnya dikenal sebagai kawasan yang rawan tindak kejahatan dan kriminalitas.

Proyek anda memiliki 10 benefit (manfaat) dan memiliki 2 nilai minus yang tidak memberi manfaat bagi konsumen. Seharusnya 10 manfaat mampu mengatasi dan mengaburkan 2 nilai minus. Akan tetapi siapa yang mampu mengontrol serta mengatur persepsi konsumen? Persepsi konsumen bebas dan liar, dan mereka bisa mengambil persepsi apapun juga.

Jika konsumen lebih senang mengingat proyek anda sebagai 'perumahan dekat TPA sampah', maka apa yang bisa anda lakukan? Itulah persepsi konsumen. Mereka bebas menarik persepsinya masing-masing, sekalipun yang nyangkut di benak mereka ternyata justru merupakan titik lemah yang ada di proyek anda.

Karena itu lakukanlah POSITIONING. Anda yang harus menanamkan persepsi di benak konsumen, supaya mereka tidak sembarangan menarik persepsinya sendiri. Positioning sering juga disebut BRAND PROMISE (janji yang terkandung didalam sebuah merk produk), atau kadang disebut TAGLINE.

Bagaimana cara membuat POSITIONING? Gampang sekali. Begini urutannya ;

Step #1. IDENTIFIKASI BENEFIT
Buatlah dan tuliskanlah sebanyak-banyaknya berbagai manfaat (benefit) yang dimiliki oleh proyek anda, yang memiliki nilai di mata konsumen. Lihat daftar 10 benefit diatas, anda bisa memakainya.

Step #2. PILIH 3 BENEFIT TERBAIK
Sekalipun memiliki 10 benefit atau bahkan lebih banyak lagi, anda tetap harus menemukan serta memilih 3 benefit yang anda anggap terbaik dan paling dirasakan manfaatnya oleh konsumen. Misalnya ; lokasi strategis dekat dengan akses tol, harga murah, dan akan dibangun lapangan futsal.

Step #3. JADIKAN RANGKAIAN KALIMAT
Setelah anda memilih serta menentukan 3 manfaat terbaik yang menurut anda paling dirasakan manfaatnya oleh konsumen, berikutnya jadikanlah 3 benefit itu dalam 1 kalimat yang merangkum 3 benefit terbaik, misalnya; "Hunian yang dekat dengan akses tol, harganya murah, dan memiliki lapangan futsal."

Step #4. BUATLAH TAGLINE
Jika 3 benefit terbaik sudah dipilih, berarti idenya sudah ditemukan. Tinggal anda membuat tagline yang berisi minimal 3 kata dan maksimal 7 kata dalam 1 kalimat. Pilihlah kalimat yang unik menarik dan mudah diingat. Bisa juga anda membuatnya berupa akronim (singkatan). Orang Indonesia suka pantun, jadi kalau membuat tagline yang seperti pantun, lebih disukai.

"Maaf om Jin, maksudnya pantun itu seperti apa ya?" tanya eks peserta workshop (nama saya rahasiakan, takut dia ngetop).

Pantun itu adalah kalimat yang bunyi kata belakangnya atau huruf belakangnya sama, sehingga terdengar serasi, senada dan enak didengar. Misal ada kalimat seperti ini; Foto Polwan Bugil, Bikin Anda Menggigil. Belakangnya sama-sama 'il' dan itu membuatnya serasi.

Kemudian saya membuatkan beberapa contoh dan alternatif 'tagline' sebagai berikut ;

STRATEGIS, EKONOMIS, BOMBASTIS. Artinya; lokasinya strategis dekat jalan tol, harganya sangat ekonomis karena murah, dan fasilitasnya bombastis karena ada lapangan futsalnya.

AKSES MUDAH, HARGA MURAH, FASILITAS MEWAH. Artinya: mudah diakses, harganya murah, dan fasilitasnya mewah (ada lapangan futsal).

Jika anda sudah menemukan tagline atau positioning produk anda, maka positioning itulah yang harus anda tanamkan di benak konsumen. Lakukan publikasi, sosialisasi dan komunikasi kepada konsumen melalui aktivitas promosi dan publikasi. Cantumkan tagline tersebut di brosur, pamflet, flyer, spanduk dan semua marketing tools anda. Itu adalah cara anda menanamkan persepsi di benak konsumen.

Lakukan intensif dan kontinyu, niscaya konsumen akan lebih mengingat produk anda sebagai hunian strategis ekonomis dan bombastis, ketimbang menarik persepsinya sendiri sebagai hunian dekat TPA sampah.

Mungkin tak semua persepsi konsumen bisa anda kondisikan sesuai positioning yang anda ciptakan. Akan tetapi jika anda tak melakukan positioning sama sekali, maka sama saja anda tak pernah mengekspos kepada konsumen hal benefit apa saja yang diperoleh mereka jika membeli produk properti yang anda pasarkan. Pemilihan Positioning yang baik dan benar akan membuat persepsi yang ada di benak konsumen adalah persepsi yang baik mengenai produk anda. Jika konsumen memiliki persepsi yang baik mengenai produk anda, maka peluang produk anda untuk dibeli oleh konsumen menjadi lebih besar.

Selamat mencoba..


-----------------------------------

Jadwal Workshop Properti 2 Hari KETEMU JIN PROPERTI ;

DENPASAR BALI, 9 - 10 Nopember 2013, Hotel Fave, Jln. Teuku Umar, Denpasar.
BANJARMASIN, 30 Nop - 1 Des 2013, Hotel Grand Mentari, Jln. Lambung Mangkurat, Banjarmasin.

Informasi; sdr. Agung di HP 0813 - 9088 8546 / PIN 29D22D6F 


SALAH SATU ALASAN KENAPA MARKETING SUSAH CLOSING ADA DISINI ...

12:52 AM Add Comment
RAHASIA PRIA JELEK MENDAPATKAN WANITA CANTIK



Dik, aku padamu ...

Ah ogah, abang kulitnya item.

Tapi aku periang dan humoris dik, bisa menghiburmu sepanjang waktu.

Dik, aku padamu ...


Ah ogah, abang gendut tidak sexy.

Tapi abang ini pintar dik. Terkadang kualitas otak jauh lebih bermanfaat daripada sekedar body yang sexy.

Dik, aku padamu ...


Ah ogah, abang tidak ganteng.

Tapi abang punya karir mapan dik. Baru bisnis kaplingan 2 tahun usai lulus kuliah sudah punya mobil Avanza dan rumah type 45. Mungkin 3 tahun lagi abang bisa beli Alphard dan rumah dengan kolam renang dibelakangnya.

Dik, aku padamu ...


Ah ogah, abang cuma merayu doang.

Lha maunya adik gimana??

Katanya abang cerdas, tunjukkan dong kecerdasanmu. Wanita bukan cuma butuh janji, tapi bukti. Bawa kesini mobil Avanza abang, lalu bawa adik meninjau rumah type 45 milik abang, dan sepanjang perjalanan hiburlah adik dengan humor segar darimu, siapa tahu adik mau menerima abang menjadi pendampingku ....

Hebat ya? Meski dibilang kulitnya item, gendut, tidak sexy dan tidak ganteng, akhirnya si cewek mau juga ya dibawa masuk ke mobil Avanzanya, hehehe ....

Sobat properti, terkadang konsumen batal membeli produk properti anda karena mereka memiliki keberatan, keluhan, kekuatiran dan ketakutan yang mungkin terjadi jika mereka membeli produk properti anda. Dan sialnya lagi, sales anda tak punya skill serta kemampuan untuk menjawab, menetralisir, membuat tenang, serta meyakinkan kepada konsumen anda supaya tetap mau membeli produk properti yang anda pasarkan.

Ituah sebabnya anda perlu membekali sales force anda dengan skill khusus yang bernama TEKNIK SUPPORTING. Ini adalah kemampuan seorang sales untuk menerima serangan (baca; keluhan, keberatan, kekuatiran, ketakutan dll) dari konsumen, dan berhasil keluar dari serangan tersebut dengan jawaban-jawaban yang cerdas, yang mengekspos segala benefit dari produk yang kita pasarkan, sehingga konsumen tetap yakin terhadap produk kita.

Ada 2 cara teknik SUPPORTING, yaitu langsung dan tidak langsung.

SUPPORTING LANGSUNG

Dik, aku padamu ...

Ah ogah, abang tidak ganteng.

Jangan kuatir dik, nanti abang akan pergi ke Korea untuk melakukan operasi plastik, sehingga bibir abang yang tebal akan dikoreksi menjadi tipis menawan. Mata abang yang sipit dan kelihatan seperti orang ngantuk akan dikoreksi supaya lebih lebar dan kelihatan tajam saat memandang wajah cantikmu.

Teknik Suporting Langsung adalah langsung menjawab keberatan konsumen dengan substansi yang memang menjadi kekuatiran dan keberatan mereka secara langsung. Dijawab frontal tanpa harus memutar.

Misal konsuman mengaku takut karena jalan menuju lokasi koq kelihatan kecil dan gelap. Maka sales bisa menjawabnya dengan penjelasan bahwa tak lama lagi jalan masuk sepanjang 100 meter tersebut akan dilebarkan dengan ROW 8 m, dipasang paving, dan tiap jarak 25 meter diberi 1 titik PJU (penerangan jalan umum) sehingga tetap terang di malam hari.

Misal konsumen mengaku tak sanggup bayar Uang Muka sebesar 45 juta yang harus diangsur 3x, maka sales menjawabnya bahwa dia akan berusaha mengajukan permohonan ke pimpinan agar bisa diperpanjang menjadi 5x angsuran. Atau mungkin justru disarankan memilih tahap II yang serah-terimanya masih tahun depan, sehingga UM bisa diangsur s/d 9x.

SUPPORTING TAK LANGSUNG

Dik, aku padamu ..

Ah ogah, body abang tidak atletis.

Benar dik, abang tidak atletis. Tapi abang type pria romantis. Yang akan membawakanmu sekuntum mawar merah sebagai ekspresi rasa sayang. Yang akan mengajakmu dinner berdua dengan cahaya lilin temaram. Yang akan membisikimu kata cinta sebelum membuka tali beha.

Teknik Supporting Tidak Langsung adalah menjawab keberatan konsumen tidak frontal sesuai konteks yang menjadi keberatannya, akan tetapi menjawab memutar dengan mengekspos benefit lainnya.

Misal konsumen mengaku takut membeli produk properti anda yang lokasinya dilewati SUTET (tegangan tinggi). Maka sales anda mesti bisa menjelaskan bahwa radiasi SUTET memang berbahaya jika seseorang dalam waktu lama berada dibawahnya. Akan tetapi sesuai siteplan area dibawah SUTET hanya diplotting sebagai ruang terbuka hijau dengan berbagai pohon-pohon hijau yang justru memberikan kesan asri sejuk segar kepada lingkungan sekitarnya.

Tidak mungkin sales anda menjawab dengan janji akan memohon PLN agar memindahkan SUTET. Suka tak suka, SUTET itu sudah ada disitu. Tapi dengan cara memutar, keberatan adanya SUTET justru dinetralisir dengan benefit keberadaan ruang terbuka hijau yang akan memproduksi oksigen.

Misal konsumen mengatakan bahwa harga produk properti anda lebih mahal dibanding harga pesaing. Maka sales menjelaskan bahwa meski mahal tapi kualitas lingkungan infrastruktur kita jauh lebih baik. Pesaing jalannya lebar 5 meter, jalan kita ROW 8 meter. Pesaing salurannya terbuka, kita memakai gorong-gorong dibawah tanah. Pesaing listriknya pakai kabel udara, kita pakai jaringan listrik kabel tanam.

Sobat properti, sudahkah anda membekali sales force anda dengan TEKNIK SUPPORTING? Caranya mudah, kumpulkan saja semua sales force anda, kemudian minta mereka menuliskan semua keberatan, ketakutan, dan kekuatiran yang selama ini sering mereka dengar dari mulut konsumen. Kemudian bantulah mereka membuat jawaban dalam 2 versi, yaitu jawaban langsung dan jawaban memutar. Nah, itulah bekal mereka untuk melakukan SUPPORTING kepada konsumen.

Sales yang dibekali TEKNIK SUPPORTING akan memiliki kans lebih tinggi untuk menggiring konsumen sampai menuju closing, dibanding sales yang begitu konsumen menyampaikan keberatan kekuatiran dan ketakutan tak bisa melakukan counter attack (serangan balik) dengan memakai teknik supporting.

Itulah alasan kenapa meski saya kulitnya hitam, perut gendut dan tidak ganteng, tetap pede menghadapi para wanita-wanita cantik, karena saya punya TEKNIK SUPPORTING guna memikat hati mereka, hahaha ....

JANGAN DITIRU !! GAYA KOBOY MENSIASATI TAKSASI

8:55 PM Add Comment
BAGAIMANA PERASAANMU 
JIKA BB Z10 DI PING OLEH SMARTFREN ???


Jin Properti - Seseorang dengan nama BP di contact list saya, malam itu baru saja ganti PP baru. PP nya unik, berbunyi begini; "Bagaimana perasaanmu, jika BB Z10 di PING oleh Smart fren?" Saya merasa terusik, karena saya dulu membeli BB Z10 dengan harga 7 jutaan, tapi sekarang gradenya terjun bebas di pasaran.

Saya kirim BBM singkat; Ijin copas PP nya ya, lucu bangeeet ..., begitu chat saya ke dia. Eh, malah dia membalas dan merespon panjang lebar. Seakan-akan saya yang memulai percakapan.

"Om Jin masih ingat saya? Saya peserta workshop KETEMU JIN PROPERTI tahun 2012 yang lalu di Hotel Oasis Amir Senen Jakarta. Saya sekarang sudah punya proyek sendiri 48 unit di Depok. Saya berhasil hot deal dengan jurus-jurus yang diajarkan om Jin di workshop, serta tertulis juga di blog. Makasih ya om Jin. Resep om Jin manjur seperti klinik Tong Fang, hihihihi ...."

Kemudian akun bernama BP tersebut melanjutkan ceritanya bahwa per hari itu dia sudah menjual 31 unit hanya dalam waktu 5 bulan saja. Harga jual aslinya 225 jutaan, tapi di pricelist dia tuliskan seharga 300 juta. Konsumen diminta membayar Uang Muka senilai 85 juta, tapi disubsidi 70 juta. Jadi aslinya hanya bayar UM 15 juta saja.

"Bentar bentaaaar, saya belum jelas. Maksudnya disubsidi 70 juta itu bagaimana?" tanya saya kepada BP.

Kemudian dia menjelaskan bahwa skenario itu sengaja dilakukan untuk mensiasati perbankan. Pada saat mengisi form aplikasi pengajuan KPR, ditulis begini ;

Harga Jual : Rp 300.000.000
Uang Muka : Rp 85.000.000
______________________  -

KPR : Rp 215.000.000

Dikondisikan agar pihak bank seolah tahu bahwa konsumen telah membayar UM 85 juta (hampir setara 30% harga), padahal aslinya cuma bayar Uang Muka riil 15 juta saja, sementara 70 jutanya disubsidi oleh pengembang alias tidak bayar beneran. Sehingga plafond kreditnya sebesar Rp 215.000.000,-

"Memangnya bank bisa diakali seperti itu? Mereka punya apraisal yang melakukan taksasi, yang tak mau diakali dengan cara seperti itu," tanya saya kepa BP.

Dengan diawali permintaan supaya chat malam itu adalah OFF THE RECORD, kemudian BP bercerita bahwa memang betul dia punya masalah dengan perbankan. Ada 4 bank yang sebenarnya sudah MoU KPR dengan dirinya, ternyata hasil apraisal tak sesuai harapan. Semua menilai rendah obyeknya, yaitu kisaran Rp 250 jutaan saja. Sehingga sudah pasti tak ada aplikasi KPR yang disetujui full plafond 100% meski kemampuan finansial dari calon debiturnya bagus.

Tapi BP tak mau menyerah, dia selalu dan terus mencari perbankan yang mau membiayai 31 konsumennya dengan full plafond 215 juta. Sampai suatu ketika dia ingat dengan salah satu temannya yang menjadi Consumer Loan Manager di sebuah bank umum yang berkantor cabang di Bekasi. Dia berhasil kontak temannya, dan kemudian dikenalkan dengan apraisal rekanan bank tersebut yang ternyata cukup kooperatif saat melakukan taksasi.

Apraisal yang kemudian diajak bertemu di ruang karaoke tersebut meminta BP untuk melakukan upgrade beberapa spesifikasi bahan bangunan, sehingga nilai taksasinya bisa mencapai 300 juta per unit. Dan karena permintaannya tidak memberatkan dan bisa dipenuhi, maka BP melakukan apa yang disarankan oleh apraisal, dan hasilnya nilai taksasi berhasil terbit dengan nilai 300 juta.


"Kenapa ketemunya mesti di karaoke room? Bukan di proyek atau di kantor saja?" saya kembali bertanya melihat kejanggalan tersebut.

"Biar happy om Jin. Kalau mau meminta tolong seseorang, usahakan dia mengambil keputusan dalam suasana happy, hihihi ....", jawabnya dengan simpel, tapi masuk akal.

Berkat deal itu, maka kelangsungan terselenggaranya akad kredit atas 31 konsumen menjadi lebih mudah. Bahkan kata BP saat ini sudah realisasi akad 8 konsumen, meski agak ribet karena pengikatannya (akad kredit) dilakukan di Bekasi, sementara obyek jaminan berada di Depok. Yang penting akad kredit lancar dan piutang jadi duit semua, kata BP senang.

Waduh, koboy juga nih BP. Cerdas, dan pantang menyerah dalam mengatasi persoalan. Saya jadi penasaran ini murid workshop yang mana ya? Saya tak pernah mengajarkan jurus zigzag ala koboy dan Jurus Konspirasi dengan apraisal seperti itu, tapi BP mampu melakukannya dan sukses melaksanakannya.

"Maaf, ini mas BP atau mbak BP ya? Saya tidak ingat satu persatu nama eks peserta workshop. Saya pernah lihat PP anda bergambar perempuan. Tapi gaya koboynya mengesankan anda seorang pria ..." tanya saya dengan penasaran sekali.

"Hihihi .... Aduh om Jin. Jelas-jelas saya perempuan. Nama saya BUNDA PUTRI, tapi hanya ditulis inisial saja; BP. Om Jin sih murid workshopnya sudah ratusan atau malah ribuan, sehingga tidak mengenal dengan baik murid-muridnya," katanya.

Lho, bercanda nih orang. Bunda Putri lagi diributkan di TV dan dicari wartawan koq mendadak muncul mengajak saya chat. Bahkan Bunda Putri membuka jatidirinya bahwa dia berprofesi seorang pengembang juga seperti saya. Yang jelas, saya tak akan pernah mengajarkan jurus koboy seperti yang dipraktekkan oleh akun yang mengaku Bunda Putri atau siapalah itu. Saya hanya mengajarkan yang lurus-lurus saja deh ....

Jadwal Workshop KETEMU JIN PROPERTI terdekat; Denpasar 9-10 Nopember 2013. Banjarmasin 30 Nop - 1 Des 2013. Minat? Hub ; Agung (081390888546)

APA YANG ANDA KETAHUI SOAL PERCEIVED VALUE ?

8:36 AM Add Comment
PUTUS CINTA AKIBAT BEDA KEYAKINAN

Jin Properti - Seorang pria jomblo sedang curhat kepada sobatnya tentang alasan dia putus dengan pacar terakhirnya.

"Kami putus karena memiliki BEDA KEYAKINAN yang sangat tajam dan tak bisa mendapatkan titik temu," kata si jomblo.

"Lho, kenapa sobat? Setahuku kalian berdua memiliki iman yang sama. Kenapa bisa mengatakan ada beda keyakinan?" tanya sobatnya dengan heran.

"Bukan soal agama bro. Ini beda keyakinan yang lain. Saya yakin bahwa saya ini ganteng. Dia tak yakin dengan kegantengan saya, yang dia sebut muka pas-pasan. Saya yakin dengan masa depan saya, yang saya yakini bakal cerah. Sementara dia tidak yakin, dan menganggap masa depan saya buram. Beda keyakinan itulah yang membuat kami putus ... ", katanya dengan muka memelas.

Hahhahaa ..., dasar si jomblo. Terlalu pede dengan keyakinannya sendiri.

Sobat properti, saya punya klien yang penjualan proyek propertinya stag alias mandeg 4 bulan sejak launching, baru terjual 2 unit saja. Padahal dagangannya berjumlah 111 unit. Angka cantik nih ye ..

Dia menjual rumah T-36/78 seharga 380 juta belum termasuk PPN. Melihat pricelist semahal itu, langsung saya komen; "Gak kemahalan tuh bro? Rumah type 36 koq harganya hampir melewati angka 400 jutaan jika termasuk PPN."

"Ini tidak kemahalan, om Jin. Ini pantas sekali. Dengan lokasi strategis seperti ini, dan kualitas lingkungan yang direncanakan akan dibangun, harga 400 jutaan masih wajar. Ini kelas real estate lho," kata klien saya mencoba memberikan argumentasi.

Saat saya tanya berapa HPT (harga pokok tanahnya) dia tidak tahu. Saat ditanya berapa target labanya dia juga gagap. Waduh, ini pengembang aliran 'gacuk nggelundung' nih. Alias asal menggelinding saja. Dia tidak punya rencana budget, tidak tahu proyeksi omset. Dia tahunya menyelesaikan proyek dan sisa yang ada di saldo kasbank dianggapnya hasil penjualan tanah plus laba usaha.

Saat saya korek lebih dalam lagi, ternyata tanah seluas 1,9 ha yang dikembangkan itu warisan dari mertuanya kepada istrinya. Kemudian dia punya ide dijadikan perumahan. Nekat juga nih orang, tapi saya tetap respect karena buktinya perijinan bisa dia urus dan terbit. Artinya dia ulet dan punya jiwa entrepreneurship. Tinggal diasah dengan dibekali ilmu-ilmu dasar dari PERKUNGTI (Perguruan Kungfu Properti), maka dia bakal bisa tumbuh sayap sebagai pengusaha properti tangguh.

Sobat properti, di dunia marketing kita mengenal istilah PERCEIVED VALUE, yang definisinya secara akademis adalah; Rasio antara keuntungan dan manfaat yang dirasakan oleh konsumen dibandingkan dengan harga yang harus dibayar atau pengorbanan yang harus dilakukan oleh konsumen."

Dalam kasus diatas, klien saya (pemilik proyek, menantu yang beruntung punya mertua kaya) sangat yakin bahwa harga jual 400 jutaan untuk type 36/78 yang dia pasarkan adalah wajar dan pantas, alias masuk akal. Tapi kenyataannya, konsumen tidak yakin dengan harga tersebut, dan merasa berkorban membayar 400 jutaan untuk membeli rumah type 36 dianggap kemahalan. Jadi antara penjual dan pembeli ternyata BEDA KEYAKINAN.

Akhirnya saya mengajak klien saya tersebut untuk duduk bersama, buka laptop, dan melakukan hitung ulang harga jualnya. Outputnya adalah supaya beda keyakinan antara penjual dan pembeli menipis, dan konsumen mendapatkan harga jual yang wajar dan mau membayar untuk produk yang dibelinya, tidak merasa kemahalan. Harga dimana konsumen bersedia membeli dan penjual bersedia melepasnya, itulah titik tengah yang disebut PERCEIVED VALUED.
Saya tanya berapa pasaran harga tanah di sekitar situ, katanya kisaran Rp 300.000 s/d Rp 350.000 per m2. Oke deh, saya ambil patokan ambang atas, malah saya tambah sedikit lagi, yaitu asumsi Rp 360.000/m2.

Hitung-hitungannya begini ;

Luas Tanah (brutto) = 19.000 m2
Efektifitas Lahan 60%
Luas Tanah (netto) = 11.400 m2
Harga Tanah (brutto)
= Rp 360.000/m2

MENGHITUNG HARGA POKOK TANAH
Harga Tanah (netto)
= Rp 600.000/m2 (a)
Biaya Desain dan Perijinan6
 = Rp 10.000/m2 (b)
Biaya Pematangan Lahan
= Rp 240.000/m2 (c)
Overhead Cost (OHC)
= Rp 150.000/m2 (d)
---------------------------------- +
Harga Pokok Tanah (HPT)
= a + b + c + d
= Rp 1.000.000t

Laba = Rp 600.000/m2 (e)
Target Laba = Rp 6.840.000.000

Harga Jual Tanah
= a + b + c + d + e
= Rp 1.600.000/m2

MENGHITUNG HARGA JUAL T-36/78
Bangunan
= 2.000.000 x 36 m2
= 72.000.000 (a)
Tanah
= 1.600.000 x 78
= 124.800.000 (b)
Listrik, Air, IMB, SHGB
= 10.000.000
----------------------------------- +
Harga Dasar
= a + b + c
= 206.800.000

Gimmick
= 2.400.000 (d)

Harga Dasar + Gimmick
= a + b + c + d
= 209.200.000

Harga + PPH Final 5%
= 209.200.000 : 95%
= 220.210.526
~ (dibulatkan) = 220.000.000

Harga + PPN 10%
= Rp 242.000.000

Mendapatkan hasil perhitungan seperti diatas, saya kaget karena ternyata harga hasil hitungan saya beda jauh dengan harga jual yang sekarang muncul di pricelist.

Saya bertanya; "Kalau dari hasil proyek ini menghasilkan penjualan tanah 6,84 milyar ditambah laba juga 6,84 milyar juga, sehingga totalnya diterima 13,68 milyar, apakah sudah puas dengan hasil tersebut?"

Klien saya menjawab; "Gila, om AW ini benar-benar jin yang bisa menebak isi pikiran saya. Sejak awal memang yang saya bayangkan adalah nilai sebesar itu, antara 13 s/d 14 milyar. Itu sudah merupakan hasil penjualan tanah ditambah laba usaha menjadi developer ...," katanya.

Hahahahha ... Dasar 'gacung ngglundung' alias asal nggelinding nih orang, gak pakai hitung-hitungan yang jelas. Dia gak tahu bahwa dengan harga jual yang sekarang ada di pricelist, dia sebenarnya mengejar target laba sekitar 20 milyar. Padahal dia mengaku sudah puas dengan laba kisaran 6,8 milyar saja. Pantas saja dagangannya kagak laku. Dia menjual di harga yang tidak memenuhi unsur PERCEIVED VALUE. Konsumen tidak yakin bahwa harga jualnya sebanding dengan benefit dan keuntungan yang diperoleh.

Setelah saya jelaskan dengan hitung-hitungan secara teknikal bahwa dengan harga jual Rp 242 juta (include PPN) saja dia sudah mendapatkan laba yang menjadi ekspektasinya, klien saya ini akhirnya setuju untuk segera merevisi harga.

Dengan mata berbinar-binar dia mengatakan bahwa sekarang dia optimis produk rumah dagangan dia bakal laku dan laris manis, karena harga jualnya sudah sesuai dengan PERCEIVED VALUE di mata konsumen.

Apakah anda juga sudah mampu membuat perhitungan seperti diatas sehingga mampu menghitung harga jual produk properti anda?? Jika anda mengikuti workshop 2 hari KETEMU JIN PROPERTI (jadwal terdekat; 9-10 Nopember 2013 di Denpasar, dan 30 Nop - 1 Des 2013 di Banjarmasin), maka anda akan diajarkan cara menghitung ACTION PLAN dan juga menghitung HARGA JUAL produk properti anda. Bukan sekedar kira-kira atau mencomot angka dari langit.

Jika penjual dan pembeli sudah tidak terjadi BEDA KEYAKINAN, maka peluang terjadinya closing sudah didepan mata.

Info Workshop KETEMU JIN PROPERTI, hubungi sdr. Agung di HP 0813 90 888 546

Label

Action Yuk anak Android Android Klinik Apk and Software Artikel Bisnis Online Berburu Lahan berita Bisnis Forex Trading Business Online Tips Bussines Cara Sukses Bisnis Online Cari Lahan - Skenario Legal Carilah Mentor Contoh Model Baju Muslim Terbaru 2016 Deklarasikan Profesi Anda Differensiasi dan Benefit Dunia Kesenian Fashion gigi GudangmuDroid | Free Download Game Android INFORMASI SEPUTAR GURU Inspiratif Internet Marketing Tips Jaringan Listrik Di Perumahan JEPARA Kampoeng Pelangi kehamilan Kepuasan Pelanggan Kesehatan Keuangan - Menghitung Kebutuhan Modal Keuangan - Modal Kerja Kiat Sukses Bisnis Online Konsep kerjasama MPK dan (MPT + MPM) KPR - Apraisal dan Taksasi Kuliner kulit-kecantikan lain-lain makanan sehat Manajemen Resiko Marketing - Budgeting Marketing - Cost Leadership Marketing - Fokus Menciptakan Benefit Marketing - Harga Jual Marketing - Keunggulan Kompetitif Marketing - Merekrut Sales Marketing - Open House Marketing - Pembelian Kolektif Marketing - Personal Selling Marketing - Positioning Marketing - Produk Inovatif Marketing - Promosi via FB Marketing - Segmen Target Marketing - Teknik Promosi Marketing - Teknik Supporting Megurus Perijinan Membuka Toko Online Mencari Investor (Mitra Pemilik Modal) Mencari Peluang Mencari Rekanan Kontraktor Mengurus Perijinan Menunda Bayar Tanah Meringankan Cashflow Metode Quick Count Mitra Pemilik Tanah Motivasi Negoisasi Tanah - Profit Sharing obat-penyakit Online Shop pajak properti Pemasaran Pendidikan Pengurangan Laba Perencanaan Bangunan Perijinan - Pemecahan Sertipikat Perijinan Perumahan Perjanjian Dengan Investor Perjanjian Dengan Pemilik Tanah pria Produk Inovatif Promosi Advetorial Promosi Kreatif Promosi Sopping Power Properti review Ruang Marketing Rumah Murah Seni Budaya SEO Skenario Legal Social Cost Strategi DP Ringan Strategi Menyehatkan Cashflow Strategi Negoisasi Soal Aset Strategi Pemasaran - Jari Lentik Strategi Pemasaran Properti Teknik - Sub Kontraktor atau Swakelola Teknik Membuat Penawaran Lahan Teknik Mencari Lahan Teknik Mencari Pemodal Teknologi Teknologi Terbaru 2016 Teknologi Terbaru 2017 Teknologi Terbaru 2018 Teknologi Terbaru 2019 tips Tips Blogging Tips SEO Tips Sukses Bisnis Online Toko Online wanita