ANAKNYA KEDINGINAN, PAPANYA ASYIK SELIMUTAN

8:08 PM Add Comment
ANAKNYA KEDINGINAN, PAPANYA ASYIK SELIMUTAN




www.JinProperti.com - Apa yang saya lakukan belum tentu berani anda lakukan. Saya membiarkan anak laki-laki saya (Abel) yang berusia 10 tahun untuk mendaki gunung Merbabu yang memiliki ketinggian 3.142 MDPL (meter dari permukaan laut) pada hari Sabtu 30 Maret 2013. Saya dulu mantan pendaki gunung, tapi sekarang bobot saya sudah 88 kg, terlalu berat untuk jadi pendaki. Jadi saya tak mungkin mendampingi anak saya mendaki gunung.

Abel saya pasrahkan kepada 2 orang pendamping. Yang satunya sebagai porter pembawa bekal dan peralatan, satunya sebagai pemandu jalan. Keduanya sudah puluhan kali mendaki gunung Merbabu, dan rumahnya juga di desa Cuntel Kopeng kabupaten Semarang yang dikenal sebagai base camp pendakian gunung Merbabu. Jadi saya sangat percaya kepada mereka.

Semua perbekalan termasuk jas hujan, tenda, sleeping bag, matras, lampu senter, makanan, minuman, kompor, gas elpiji dll sudah lengkap dibawa. Tinggal mendaki saja.

Saat pendakian dimulai jam 14.30, cuaca mendung dang berkabut. Saya cuma memeluk dan mendoakan anak saya, kemudian saya tinggal balik ke kota Semarang, karena malam itu saya mau menyaksikan sepakbola liga Inggris.

Saya tidak kuatir sama sekali anak saya akan menghadapi hujan dan kedinginan, berjalan di kegelapan, kelaparan, kurang tidur, kecapekan, belum lagi bahaya tersesat atau bertemu binatang buas. Malam itu saya tetap bisa ngopi, nonton bola, dan tidur dengan nyenyak. Anak saya sedang kedinginan, saya malah asyik selimutan. Saya yakin besok siang anak saya sudah turun kembali di base camp dalam keadaan sehat dan selamat.

Kenapa saya begitu tenang dan yakin? Karena 2 pemandu yang mendampinginya sudah sangat terlatih dan profesional. Sangat menguasai medan pendakian menuju puncak gunung Merbabu. Anak saya aman bersama mereka.

Saat saya menjemput dia Minggu siang jam 11 di desa Cuntel, saya menjumpainya sedang tertawa-tawa gembira. Katanya; "Papa, semalam asyik lho. Hujan lebat dan banyak petir, Abel berteduh didalam tenda sambil memasak mie dan minum coklat panas ...". Tak ada cerita sedih sama sekali, dia juga nampak bugar meski matanya sayu kurang tidur.

Sobat properti, orang bilang bisnis properti adalah bisnis yang complicated. Sangat-sangat rumit, karena anda harus menghadapi masalah pembebasan lahan, mencari modal, membuat perencanaan, mengurus perijinan, memasarkan, membangun, mengurus hutang piutang, perpajakan, legal, dll. Seorang pemula bisa gemetaran dan tak percaya diri untuk memulai dan menjalankan bisnis ini.

Tapi kenapa anda mesti takut? Cari saja mentor. Seorang profesional yang expert di bidang properti yang akan mendampingi anda mengeksekusi proyek pertama anda. Bersama mentor anda akan merasa lebih tenang karena mentor akan mengarahkan anda melewati jalur yang aman, dan menjauhi jurang yang berbahaya.

Jika mentor sudah membimbing anda menjalani tahapan proyek dari A sampai Z, dari mencari lahan sampai dengan serah terima proyek, maka semua pengalaman mengelola proyek bersama mentor itu sudah cukup memberikan predikat kepada anda sebagai praktisi properti atau profesional properti. Itu adalah 'success story' anda yang pertama.

Untuk proyek kedua, jika anda merasa mampu menangani proyek sendiri, maka anda tak perlu pendampingan dari mentor. Jika anda masih belum yakin, tetaplah memakai mentor meski sifatnya hanya sebagai advisor atau tempat bertanya saat anda menghadapi kesulitan dan masalah.

Kesimpulan: tak perlu merasa kuatir dengan kemampuan anda mengelola bisnis properti. Ilmu dasar bisa anda pelajari dengan mengikuti workshop properti atau training properti. Selanjutnya anda 'learning by doing' bersama pendampingan seorang mentor. Niscaya hanya dengan melewati 1 atau 2 proyek saja, anda akan matang dan menjadi seorang praktisi properti yang profesional.

Selamat mencoba. Jangan kalah dengan anak saya 10 tahun yang mampu mendaki gunung Merbabu berketinggian 3.142 MDPL.

GAGAL CLOSING AKIBAT GEBUKIN TEMAN SEKELAS

8:04 PM Add Comment
GAGAL CLOSING AKIBAT GEBUKIN TEMAN SEKELAS




www.JinProperti.com - Suatu siang di kantor Godha Properti Yogya kedatangan 3 tamu sekaligus secara berbarengan. Ini hal yang jarang dan langka. Mengingat produk yang kami pasarkan berharga 800 jutaan dan bahkan 1,5 milyar, maka konsumennya sangat terbatas dan tipis. Sehari ada call 3x sudah bagus, dan seminggu ada 3 tamu datang ke kantor sudah disyukuri.

Data profil pembeli kami adalah orang-orang yang berpenghasilan lebih dari 40 juta/bulan, dan mereka ini type konsumen kelas atas yang lebih suka didatangi ketimbang mendatangi kantor kami. Kami biasanya dapat prospek dari pameran, dan kemudian sales kami yang memfollow up mereka secara personal selling.

2 sales kami sedang sibuk handle customer, dan 1 tamu terakhir tak ada yg handle. Di kantor yang standby staf perijinan, drafter, office boy, dan staf keuangan. Kemampuan mereka handle konsumen meragukan karena mereka tak punya selling skill. Akhirnya saya ambil inisiatif turun tangan sendiri menghandle konsumen. Tentu saja dengan jurus andalan: Probing - Supporting - Closing.

Tak sampai 20 menit, konsumen tersebut sudah merasa tertarik dengan benefit yang dimiliki produk kami, dan dia sudah saya jerat dengan teknik closing tingkat tinggi. Dia sudah mengatakan 'yes' dan siap bayar UTJ (uang tanda jadi). Bahkan gerak tubuhnya saat itu sudah membuka dompet dan siap menyerahkan KTP untuk dicopy.

Sayang sekali, mendadak ada telepon dari sekolah anaknya, dan dari pembicaraan yang saya ikut dengar, sepertinya anak bapak tadi berantem di sekolahan dan gebukin teman sekelasnya, sehingga pihak sekolah meminta si bapak segera hadir ke sekolah untuk menyelesaikan urusan saat itu juga. Dengan muka merah padam dan wajah stres, konsumen tadi langsung pamit dan pergi tanpa banyak basa basi. Yeah .., gagal closing deh. Tapi semoga bapak tadi di lain waktu balik lagi ke kantor kami, karena tadi kami belum sempat mencatat identitasnya.

Sobat properti, hal aneh yang membuat kantor kami mendadak ramai didatangi konsumen serta telepon berdering-dering bukanlah sebuah hal yang kebetulan saja. Penyebabnya sudah kami deteksi, yaitu strategi kami menurunkan uang muka yang harus dibayarkan oleh konsumen.

Jika sebelumnya untuk produk kokostel 12 kamar kami menetapkan UM 600 juta yang diangsur 6 bulan, maka sekarang kami hanya berlakukan UM 199 juta yang bisa diangsur 6 bulan juga. Untuk produk guest house 5 kamar yang semula kami tetapkan UM minimal 250 juta diangsur 6 bulan, sekarang kami revisi menjadi UM hanya 99 juta saja, yang tetap bisa diangsur selama 6 bulan.

Alasan kami dulu menetapkan uang muka dalam nilai cukup tinggi adalah supaya uang muka yang masuk mampu mengcover kebutuhan biaya konstruksi untuk membangun unit yang dibeli oleh konsumen. Ceritanya kami sebagai developer tak mau keluar modal untuk bangunan. Nyatanya kebijakan mengamankan cashflow ini justru seret dan menghambat laju penjualan.

Sekarang kami ubah kebijakan menurunkan uang muka. Hasilnya cukup memuaskan, LEAD (prospek) kami meningkat pesat. Membidik konsumen yang mampu mengangsur 250 juta (produk guest house) atau 600 juta (produk kokostel) dalam waktu 6 bulan memang berat. Tapi menyasar konsumen yang mampu mengangsur 99 juta (produk guest house) atau 199 juta (produk kokostel) dalam waktu 6 bulan relatif lebih mudah. Buktinya merevisi kebijakan ini membuat sales kami menjadi lebih sibuk dan banyak mendapatkan prospek.

Kesimpulan apa yang pantas ditarik pelajaran dari kasus diatas? Yaitu; STRATEGI UANG MUKA RENDAH adalah jurus paling manjur yang pantas diterapkan dalam pricing strategy kita. Dalam kasus lain, proyek RSH Kampoeng Pelangi yang saya pasarkan di Jepara mampu menjual 140 unit dalam 2 bulan juga karena memakai jurus UM Ringan, yaitu hanya 1,8 juta saja yang bisa diangsur 3 bulan atau hanya 600.000/bulan.

Karakter orang Indonesia adalah karakter hidup konsumtif. Cenderung boros dan membelanjakan penghasilan sebulan untuk kebutuhan sebulan. Sedikit sekali yang punya kebiasaan menabung. Biasanya punya tabungan sedikit sudah tergiur dibelanjakan untuk 'keinginan' (bukan kebutuhan), atau diinvestasikan untuk sebuah usaha.

Sehingga kebijakan meminta konsumen membayar UM dalam nilai besar lebih sulit dipenuhi. Sedangkan menetapkan UM dalam nilai kecil relatif lebih mampu dipenuhi oleh konsumen. Dua contoh kasus di proyek yang berbeda (satunya RSH harga 70 jutaan, satunya harga 800 jutaan dan 1,5 milyar) menjadi bukti bahwa strategi UM kecil adalah strategi yang terbukti manjur untuk menjerat konsumen.

Coba anda lihat pameran-pameran properti. Stand pameran dengan selling point 'DP 0%' atau 'DP Ringan' biasanya lebih banyak pengunjungnya daripada yang memasang strategi konservatif dengan meminta UM 20% atau 30%.

Ssst, jangan bertanya bagaimana mungkin UM kecil dibawah standar regulasi yang ditetapkan perbankan akan bisa disetujui plafond kreditnya (KPR). Itu akan dikupas di artikel lainnya.

SAPI GENTAYANGAN

8:14 PM Add Comment
SAPI GENTAYANGAN




www.JinProperti.com - Pengalaman yang pernah saya alami ini benar-benar unik dan jarang terjadi. Ketika itu saya sedang mengemudikan mobil di jalur Wonosobo - Banjarnegara. Jalan sempit berkelak kelok, marka jalan tidak putus, dan saya mengekori sebuah truck yang bermuatan sapi. Kecepatan kisaran 60 km/jam.

Mendadak truck sapi didepan saya mengerem mendadak, saya juga ikut mengerem mendadak. Eh, ada seekor sapi yang terlontar keluar dari truck dan jatuh di jalan aspal depan mobil saya. Sapinya terjengkang, tapi langsung bangun sendiri dan berdiri ditengah jalan. Saya klakson berkali-kali dengan tujuan supaya sopir truck tahu sapinya ada yang terjatuh. Yang terjadi malah sapinya ketakutan lalu melangkah pergi ke tepi jalan, masuk ke pekarangan atau kebun milik warga.

Anehnya, sopir truck tidak mengetahui kejadian tersebut dan langsung melaju lagi dengan santainya. Saya yang bingung justru menepi dan turun dari mobil, lalu mengamati kemana si sapi pergi. Sapinya berjalan santai masuk ke kampung, makin menjauh sampai tak kelihatan lagi. Saya bengong di pinggir jalan, sambil tertawa tawa geli setengah kebingungan tak tahu berbuat apa.

Saya berpikir, sopir truck akan tersadar ada sapinya hilang satu lalu kembali untuk mencarinya, dan kemudian saya akan memberitahu kemana sapi itu pergi. Tapi hampir 15 - 20 menit saya ditepi jalan situ, tak ada truck sapi yang kembali. Sapinya juga entah kemana pergi. Akhirnya saya melanjutkan perjalanan.

Aneh ya?? Sapi jatuh seekor koq tidak merasa. Bisa-bisa sopir truck dipecat sama majikannya karena dianggap menggelapkan 1 ekor sapi.

Penduduk kampung juga pasti geger ada sapi gentayangan di tengah kampung tak jelas siapa pemiliknya. Semoga tidak dianggap sapi jadi-jadian alias sapi siluman.

Sobat properti, hal paling menakutkan bagi MPT (mitra pemilik tanah) yang kita ajak kerjasama adalah jika sampai terjadi lahannya hilang (dijual oleh kita sebagai mitranya) tanpa sepengetahuan MPT dan tanpa ada pembayaran. Oleh karena itu salah satu jaminan secure yang kita berikan kepada MPT adalah bahwa 'tak ada pelepasan hak atas tanah tanpa tanda tangan pemilik tanah'. Jadi yang akan bertindak sebagai penjual dan menanda-tangani PPJB/AJB didepan notaris adalah MPT sendiri.

Jika skenario yang anda pilih untuk mengembangkan lahan bukan memakai badan hukum PT, maka sudah pasti bertindak sebagai penjual dan tanda tangan AJB PPAT adalah MPT. Akan tetapi dalam perjalanan kedepan nanti, ketika MPT sudah makin trust kepada anda, bisa saja anda yang melakukan eksekusi jual beli dengan memakai Kuasa Menjual dari MPT.

Kata kunci dari kondisi ini adalah: "Setiap satu jengkal lahan kepunyaan pemilik lahan dijual (dilepaskan haknya) kepada pembeli, pastikan ada pembayaran atas luasan lahan yang dijual tersebut." Jika pakem diatas bisa dijalankan dengan tertib dan penuh komitmen, saya pastikan pemilik lahan merasa nyaman bermitra dengan anda. Karena tak ada lahan yang hilang (dilepaskan haknya kepada pembeli) tanpa dilakukannya pembayaran.

Mengenai teknis pembayaran kepada MPT (mitra pemilik tanah) ada 2 opsi yang saya rekomendasikan;

* Melalui SI (Standing Instruction)

Ketika terjadi akad kredit, maka buatlah Surat Perintah Transfer (standing instruction) yang memerintahkan kepada bank pemberi KPR supaya mengkredit sejumlah nominal Rupiah (yang setara dengan harga luasan tanah efektif yang dilepaskan haknya kepada konsumen) ke rekening pemilik tanah. Baru sisanya dikredit ke rekening kita (pengembang).

* Melalui Pembayaran Bulanan

Setiap kali terjadi pelepasan hak atas tanah (kavling efektif) kepada konsumen, maka akumulasi semua luasan kavling terjual akan ditotal setiap akhir bulan, sehingga ketemu luasan sekian meter persegi. Dan anda berkewajiban membayarnya paling lambat tanggal 5 bulan berikutnya kepada MPT. Nilai yang dibayar adalah berdasar harga satuan lahan efektif dikalikan akumulasi luasan lahan efektif yang dialihkan haknya kepada konsumen.

Sobat properti, akhir dari artikel ini saya tutup dengan kalimat pendek; Jangan sampai terjadi ada sapi milik anda keluar dari truck tanpa sepengetahuan anda. Jangan sampai ada lahan yang dijual (dilepaskan haknya) tanpa sepengetahuan pemilik tanahnya.

LAGI PIPIS DAPAT DUIT MILYARAN

10:06 PM Add Comment
LAGI PIPIS DAPAT DUIT MILYARAN
Silaturahmi - Informasi - Opportunity - Rejeki



www.JinProperti­.com - Suatu ketika saya sedang mengajar workshop properti 2 hari di Hotel Oasis Amir Senen Jakarta. Itu sudah hari kedua, dan sedang coffee break. Saya (maaf) sedang buang air kecil di toilet.

Salah seorang peserta workshop kebetulan pada saat bersamaan (sebut saja mister M) juga sedang pipis disamping saya persis. Mendadak dia katakan; "Pak AW, saya siap jadi MPM (mitra pemilik modal) dengan nilai investasi 1 s/d 1,5 milyar. Tolong kalau ada proyek baru saya dikabari."

Wow, luar biasa. Lagi pipis aja ditawari investor dana senilai 1 milyar. Mister M punya inisiatif melakukan itu karena dia sudah kenal dengan saya yang selama 2 hari jadi gurunya mengajar jurus properti. Mister M tahu konsep sinergi antara MPT + MPK + MPM akan menghasilkan kemitraan tripartit dalam mengembangkan sebuah proyek properti.

MPT = Mitra Pemilik Tanah
MPK = Mitra Pemilik Keahlian
MPM = Mitra Pemilik Modal

Sobat properti, banyak yang ragu dengan sharing saya bahwa anda dapat menjadi pengusaha properti hanya dengan modal recehan. Tak perlu punya tanah, tak perlu punya modal besar. Cukup anda miliki keahlian sebagai profesional saja, anda layak memposisikan diri sebagai MPK (mitra pemilik keahlian). Dan goodwill seorang MPK bisa dihargai kisaran 10 s/d 35%.

Bagi seorang MPK junior, anda diberi saham kosong (goodwill) sebesar 10% saja sebenarnya sudah bagus. Yang penting dapatkan kesempatan untuk 'make your first success story' atau mencetak keberhasilan yang pertama kalinya. Maka di kesempatan kedua dan seterusnya, value anda makin meningkat secara progresif.

Sobat properti, menurut pengalaman saya selama ini, SILATURAHMI alias kekuatan jaringan akan membantu kita mendapatkan INFORMASI. Semakin banyak anda punya relasi, makin banyak lalu lintas informasi yang anda peroleh. Dan didalam lalu lintas informasi tersebut, akan muncul OPPORTUNITY. Jika anda mampu mengeksekusi opportunity tersebut dengan baik, maka anda akan mendapatkan REJEKI.

Saya dapat lahan 2 ha di Jepara berkat silaturahmi. Dimana MPT (mitra pemilik tanah)nya adalah teman SMA yang ketemu saat reuni. Saya dapat lahan 2 ha di Bandarlampung berkat silaturahmi, dimana pemilik tanah adalah konsumen (pembeli) produk perumahan saya di Legenda Park Bekasi Timur.

Saya dapat MPM (mitra pemilik modal) juga berkat silaturahmi. Yaitu teman kuliah, teman karaoke, rekanan bisnis, atau peserta workshop properti yang saya adakan.

Lebih mudah orang mempercayakan tanahnya atau modalnya untuk anda kelola, jika sebelumnya sudah terjalin tali silaturahmi antara anda dengan mereka. Karena kemitraan di bisnis properti terkait tanah dan modal yang besar nilainya. Trust dan kepercayaan harus ada.

Jadi, nilai apa yang harus anda bangun? Perbanyaklah SILATURAHMI. Perkuat jaringan relasi anda. Jangan lupa saat berkenalan anda mesti mendeklarasikan­ diri anda sebagai pengusaha properti (meski masih pemula, hehe ..). Bergaulah dengan komunitas-komun­itas pengusaha dan entrepreneur yang ada di kota anda. Social media mungkin sangat membantu anda.

Kesimpulan;

1. Bangunlah tali SILATURAHMI sebanyak-banyak­nya. Disana akan terjadi lalu lintas INFORMASI. Akan muncul OPPORTUNITY. Dan jika kita mampu mengeksekusi dengan baik, ujung-ujungnya kita mendapat REJEKI.

2. Untuk menjadi MPK (mitra pemilik keahlian) yang mampu meyakinkan seorang pemilik tanah atau pemilik modal agar bersedia bermitra dengan anda, maka MPK harus mampu membuat ACTION PLAN atau BUSINESS PLAN yang diajarkan di Workshop Cara Gampang Jadi Pengembang oleh suhu www.JinProperti­.com dari Perguruan Kungfu Properti.

SAYA BELUM PERNAH MENGHAMILI SAPI

9:04 PM Add Comment
SAYA BELUM PERNAH MENGHAMILI SAPI




www.JinProperti.com - Ngopi bareng relasi dan rekan bisnis di sebuah cafe terkadang menjadi sesuatu yang mengasyikkan. Ngobrol sana sini, nyruput kopi panas, sambil memakan camilan yang ada.

Teman saya seseorang yang punya toko tas dan sepatu, bercerita bahwa dia akan diversifikasi usaha dengan membuka peternakan sapi perah di daerah Kaliangkrik Magelang.

Mendadak dia bertanya kepada saya; "Bro, kalau sapi perah supaya bisa diperas susunya apakah harus hamil berkali-kali? Atau cukup hamil sekali dan beranak sekali, lalu bisa diperas susunya terus menerus?".

Waduh, aneh sekali pertanyaannya. Mau jadi pengusaha sapi perah tapi tidak tahu seluk beluk persapian. Saya jawab aja sambil bergurau; "Saya belum pernah menghamili seekor sapi, jadi tidak tahu soal peras memeras susu sapi. Siapa tahu ada varitas sapi khusus yang tak perlu hamil dan beranak, tapi cukup diremas-remas saja sudah bisa keluar susunya, hahaha ..." Kami ketawa ngakak bersama.

"Ada lagi bro. Pastikan sapi yang loe ternak adalah sapi betina. Kalau loe memelihara sapi jantan, sampai sapinya mati kagak pernah keluar susunya, hahahaha ..." Kami ketawa ngakak-ngakak lagi.

Sobat properti, jika anda ingin masuk ke sebuah bisnis, tentu saja anda harus tahu seluk beluk bisnis tersebut secara detail supaya bisa tune in disitu dan tidak melakukan blunder yang membuat modal anda ludes.

Jika anda ingin masuk ke bisnis properti, tentu saja anda harus belajar seluk beluknya. Mulai dari aspek KEuangan, TEknik, Marketing, Umum, periJINan (disingkat: KETEMU JIN). Pebisnis properti yang menguasai aspek KETEMU JIN properti niscaya akan lebih mantap mengendalikan kemudi bisnisnya. Jika anda ingin meng-upgrade skill dan pengetahuan anda di bidang properti, bisa mengikuti Workshop KETEMU JIN PROPERTI yang diselenggarakan oleh Perguruan Kungfu Properti.

Salah satu tips dasar dan sangat basic yang diajarkan didalam workshop tersebut adalah mengajarkan apa yang harus anda ketahui jika sudah menemukan atau mendapatkan prospek lahan yang akan dikembangkan menjadi proyek perumahan.

#1. DINAS TATA KOTA

Pergilah ke dinas tata kota pemda setempat, cari info mengenai RUTRK (rencana umum tata ruang kota) untuk lahan tersebut. Pastikan lahan anda masuk zona kuning (perumahan) atau zona coklat (campuran). Jika anda menemukan data bahwa lahan anda berada di zona hijau (penghijauan), maka itu berarti proyek anda tak bisa dieksekusi karena tak sesuai dengan RUTRK. Untuk beberapa pemda tertentu yang sudah melek IT, mereka menampilkan RUTRK nya di web milik pemda setempat yang bisa diakses oleh publik.

Jika anda mendapatkan data bahwa lahan anda masuk zona kuning (perumahan), sekalian saja meminta 'advise planning' atau 'fatwa planologi' yang berisi ketentuan tentang; prosentase lahan efektif yang diijinkan, prosentase KDB (koefisien dasar bangunan) yang diijinkan, ketinggian maksimal yang diijinkan, GSB (garis sempadan bangunan), GSS (garis sempadan sungai) dll.

#2. KANTOR PERTANAHAN

Jika lahan anda masuk di zona kuning (perumahan) atau coklat (campuran), anda bisa melanjutkan tahapan selanjutnya.

Bukalah buku sertipikat halaman belakang, tengoklah apa status lahan tersebut? Jika tertulis 'pekarangan' atau 'tanah kering', maka anda tak perlu melakukan apapun terkait perubahan status lahan. Akan tetapi jika masih tertulis 'sawah', maka anda harus mengajukan perubahan peruntukan dari pertanian menjadi non pertanian.

Di beberapa daerah, proses perubahan dari sawah (pertanian) menjadi pekarangan (non pertanian) disebut dengan proses PENGERINGAN. Kalau di DIY, proses ini disebut sebagai IPT (Ijin Pemanfaatan Tanah). Untuk proses ini, anda bisa lakukan sendiri dengan menghubungi bagian Aspek TGT (Tata Guna Tanah) di kantor pertanahan setempat. Bisa juga memakai jasa notaris.

Ada sejumlah biaya dan persyaratan yang harus ditempuh, yang besarnya bervariasi. Umumnya memakan waktu 2 - 3 bulan. Karena melibatkan beberapa dinas (instansi), dan melalui beberapa kali rapat dan sidang ekspose. Menurut pengalaman saya selama ini (Jateng - DIY - Jabar), biaya pengeringan untuk lahan dibawah 1 ha, kisaran Rp 60.000.000,-

Untuk mendapatkan pembelajaran materi lainnya, silahkan ikuti Workshop KETEMU JIN PROPERTI atau CARA GAMPANG JADI PENGEMBANG terdekat yang diselenggarakan oleh Perguruan Kungfu Properti.

Cara Meningkatkan Bisnis Anda

2:15 AM Add Comment
Meningkatkan Bisnis

Apakah anda memiliki bisnis? Anda sedang berusaha membuat bisnis yang sekarang anda tekuni berkembang pesat? Ingin agar omset dan pertumbuhan bisnis anda terus meningkat? Memiliki bisnis yang berkembang pesat dengan omset dan pertumbuhan bisnis yang terus meningkat tentu merupakan impian sebagian besar pebisnis. Tidak ada yang keliru dengan impian tersebut. Namun apakah anda tau caranya? Berikut ini saya akan menyajikan lima cara yang sangat berguna untuk meningkatkan bisnis anda, tak peduli apakah anda memiliki bisnis online maupun bisnis offline.

Segeralah untuk mempraktekan cara meningkatkan bisnis anda berikut ini :

1. Buatlah visi bisnis. Visi bisnis berperan sebagai pengarah gerak bisnis anda. Buatlah visi dan misi dengan jelas agar kesuksesan dalam bisnis anda dapat segera anda raih. Dan akan lebih baik lagi jika visi dan misi yang anda buat tidak melulu berorientasi pada keuntungan pribadi semata, namun juga hendaknya juga dapat memberikan efek positif yang nyata terhadap lingkungan secara luas.

2. Fokuskan pada produktivitas. Ketika produktivitas anda meningkat, otomatis hasil kerja andapun juga meningkat, dan itu berarti akan meningkatkan bisnis anda secara keseluruhan. Berusaha untuk meningkatkan produktivitas juga berarti terus berusaha untuk mengerjakan segala sesuatu dengan lebih efektif dan efisien. Evaluasi terus kinerja anda untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
3. Maksimalkan penggunaan sumberdaya. Lihatlah para pebisnis yang telah sukses. Mereka mempunyai kemampuan untuk memaksimalkan sumberdaya yang dimilikinya. Saat awal merintis bisnisnya, mereka dapat saja melakukan banyak hal seorang diri. Namun seiring berjalannya waktu, mereka mulai mendelegasikan tugas mereka kepada sumberdaya disekitar sehingga akhirnya mereka tidak terjebak dalam rutinitas bisnisnya.

4. Tak mudah menyerah & tak mudah puas. Salah satu rahasia meningkatkan bisnis adalah dengan memiliki sikap yang pantang menyerah. Saat bisnis anda menemui jalan buntu, jangan lekas menyerah. Fokuslah pada solusi untuk mengatasi jalan buntu tersebut. Begitu juga saat bisnis anda telah berjalan dengan lancar, jangan mudah puas dengan apa yang anda capai. Terus tingkatkan bisnis anda.

5. Lakukan sekarang juga! Untuk dapat memperoleh peningkatan bisnis yang ideal, anda harus mau menambah jam terbang. Jangan menunda lagi, lakukan sekarang apa yang telah anda rencanakan.

Itulah ke lima cara untuk meningkatkan bisnis anda. Anda memiliki tips maupun cara tersendiri untuk meningkatkan bisnis anda? Mari sharing dan bagikan pengalaman anda dengan meninggalkan komentar agar saya dan pembaca yang lain dapat saling belajar...

DEMI SEPIRING NASI UDUK

1:50 AM Add Comment
DEMI SEPIRING NASI UDUK
Menetralisir Kelemahan Dengan Menciptakan Benefit





www.JinProperti.com - Suatu ketika di sebuah periode long week end, saya kesulitan mendapatkan hotel di kota Yogya. Bersyukur akhirnya mendapatkan kamar di sebuah hotel kecil yang letaknya masuk dalam ke sebuah gang di daerah Gejayan.

Kamar ukuran 3x3 ditambah KM/WC, semua perabot dari kayu model lama, dan TV kecil 14 inchi yang gambarnya buram. AC nya berwarna kusam, tapi udaranya masih dingin. Tarifnya Rp 220.000,- per malam. Hmm, mahal sekali, begitu saya berpikir. Karena saya pernah menginap kamar hotel bertarif Rp 270.000,- per malam sudah bagus sekali.

Yang menyebalkan, tak ada stop kontak sama sekali. Satu-satunya stop kontak yang ada terpakai untuk TV. Jadi ketika saya mau mengisi baterai HP, terpaksa TV saya matikan.

Ini hotel payah sekali. Rasanya tak mungkin saya mau balik lagi kesini suatu saat nanti. Lebih baik tidur di SPBU, kata saya didalam hati.

Esok paginya, saya menikmati sarapan di hotel itu. Wow, menunya asyik. Teh kopi pasti tersedia. Ada bubur kacang hijau dan santan yang panas dan enak. Yang istimewa, ada hidangan nasi uduk super gurih dengan lauk-pauk lengkap mengundang selera. Ada kering tempe, abon, telur, daging cacah, ayam goreng, perkedel, krupuk udang. Semuanya maknyus. Sarapan yang luar biasa lezat dan maknyus.

Saya jadi lupa dengan keluhan semalam tentang hotel itu. Hal-hal yang kurang mengesankan didalam kamar terhapus dengan sarapan paginya yang enak dan mengenyangkan perut. Nadar saya tak mau kembali ke hotel itu sepertinya saya ralat. Penilaian bahwa hotel itu payah, berubah menjadi lumayan. Masih mau deh kembali ke hotel itu suatu saat nanti demi sepiring nasi uduknya yang lezat.

Sobat properti, sebuah kekurangan atau nilai negatif (handicap) di proyek properti yang kita kembangkan bukanlah alasan untuk tidak mampu bersaing. Karena sebuah kekurangan di satu aspek, akan bisa dinetralisir dengan menyodorkan keunggulan dan benefit di aspek lainnya. Jika semua yang kita berikan terasa kurang di mata konsumen, maka mereka akan pergi dan berpaling. Tapi jika diantara beberapa kekurangan ternyata kita masih memiliki kelebihan yang memberikan benefit kepada konsumen, maka di mata konsumen kita masih memiliki value positif.

Mungkin proyek anda dekat kuburan, mungkin dekat SUTET (jaringan tegangan tinggi), mungkin dekat TPS (tempat pembuangan sampah), mungkin jalan masuknya sempit. Itu semua memberikan nilai negatif di benak konsumen. Kondisi eksisting yang ada dan sulit diubah karena diluar kemampuan kita, bukan berarti harus membuat kita menyerah.

Ciptakanlah keunggulan. Berikan benefit. Buatlah konsumen lupa atau tak lagi memperhitungkan hal-hal yang negatif.

Jika konsumen punya rumah dekat kuburan, tapi batas antara kuburan dan lahan perumahan sudah dibatasi pagar tinggi, dan didalam komplek perumahan anda dibangun sekolah internasional, saya yakin konsumen mengabaikan kuburan dan lebih berpikir dari sisi manfaat bahwa anak mereka bisa bersekolah dan mendapatkan mutu pendidikan yang tinggi.

Jika di proyek anda dilintasi jaringan SUTET yang mengandung radiasi, tapi anda tidak membangun rumah-rumah dibawah SUTET, dan justru membangun berbagai fasilitas umum dibawah SUTET, misal; lapangan futsal, lapangan volley, playground, dll, maka saya yakin konsumen akan lupa bahwa diatasnya ada kabel tegangan tinggi, dan lebih memandang area itu sebagai fasilitas yang bisa dinikmati.

Jika lokasi perumahan anda agak ditepi kota dan jauh dari keramaian, buatlah pangkalan ojek dan fasilitasi para pengojek supaya bersedia mangkal disitu dengan subsidi dari pengembang, sehingga warga atau penghuni tak merasa kesulitan dalam hal transportasi. Bukalah beberapa warung kelontong dengan menyediakan barang-barang kebutuhan pokok sehingga warga tak merasa kesulitan belanja kebutuhan sehari-hari.

Kesimpulannya; semua hal yang minus dan negatif di proyek kita tak harus disikapi dengan sikap pasrah dan menjual alasan jika tak mau memasarkannya. Tapi bagaimana kita mengatasi itu dengan menciptakan benefit yang dirasakan manfaatnya oleh konsumen.

Seperti kisah saya diatas yang merasa tak nyaman dengan kamar hotel, tapi menjadi netral dengan hidangan sarapan nasi uduknya yang lezat.

Label

Action Yuk anak Android Android Klinik Apk and Software Artikel Bisnis Online Berburu Lahan berita Bisnis Forex Trading Business Online Tips Bussines Cara Sukses Bisnis Online Cari Lahan - Skenario Legal Carilah Mentor Contoh Model Baju Muslim Terbaru 2016 Deklarasikan Profesi Anda Differensiasi dan Benefit Dunia Kesenian Fashion gigi GudangmuDroid | Free Download Game Android INFORMASI SEPUTAR GURU Inspiratif Internet Marketing Tips Jaringan Listrik Di Perumahan JEPARA Kampoeng Pelangi kehamilan Kepuasan Pelanggan Kesehatan Keuangan - Menghitung Kebutuhan Modal Keuangan - Modal Kerja Kiat Sukses Bisnis Online Konsep kerjasama MPK dan (MPT + MPM) KPR - Apraisal dan Taksasi Kuliner kulit-kecantikan lain-lain makanan sehat Manajemen Resiko Marketing - Budgeting Marketing - Cost Leadership Marketing - Fokus Menciptakan Benefit Marketing - Harga Jual Marketing - Keunggulan Kompetitif Marketing - Merekrut Sales Marketing - Open House Marketing - Pembelian Kolektif Marketing - Personal Selling Marketing - Positioning Marketing - Produk Inovatif Marketing - Promosi via FB Marketing - Segmen Target Marketing - Teknik Promosi Marketing - Teknik Supporting Megurus Perijinan Membuka Toko Online Mencari Investor (Mitra Pemilik Modal) Mencari Peluang Mencari Rekanan Kontraktor Mengurus Perijinan Menunda Bayar Tanah Meringankan Cashflow Metode Quick Count Mitra Pemilik Tanah Motivasi Negoisasi Tanah - Profit Sharing obat-penyakit Online Shop pajak properti Pemasaran Pendidikan Pengurangan Laba Perencanaan Bangunan Perijinan - Pemecahan Sertipikat Perijinan Perumahan Perjanjian Dengan Investor Perjanjian Dengan Pemilik Tanah pria Produk Inovatif Promosi Advetorial Promosi Kreatif Promosi Sopping Power Properti review Ruang Marketing Rumah Murah Seni Budaya SEO Skenario Legal Social Cost Strategi DP Ringan Strategi Menyehatkan Cashflow Strategi Negoisasi Soal Aset Strategi Pemasaran - Jari Lentik Strategi Pemasaran Properti Teknik - Sub Kontraktor atau Swakelola Teknik Membuat Penawaran Lahan Teknik Mencari Lahan Teknik Mencari Pemodal Teknologi Teknologi Terbaru 2016 Teknologi Terbaru 2017 Teknologi Terbaru 2018 Teknologi Terbaru 2019 tips Tips Blogging Tips SEO Tips Sukses Bisnis Online Toko Online wanita