BAGAIMANA MEMBUAT PRODUK PROPERTI ANDA SELALU DIMINATI KONSUMEN

2:22 AM Add Comment
SENSASI GIGI GINGSUL


Jin Properti  - Di jaman saya masih memakai celana panjang nomer 32 dan berat badan saya masih 72 kg duluuuuuuu, saya memiliki 2 artis wanita yang jadi idola saya, yaitu Diah Permatasari dan Desy Ratnasari.

Saya suka Diah Permatasari karena perannya menjadi hantu sexy di film Si Manis Jembatan Ancol. Baju hantunya benar-benar cleguk (bikin air liur meleleh) karena memakai rok ketat dan pendek sekali, membikin hati saya deg-degan menatapnya. Giginya yang gingsul juga makin membuat wajahnya yang manis semakin manis dan enak dilihat. Entah kenapa saya suka dengan gigi gingsulnya. Saya sering berfantasi; kalau ciuman nyangkut gak ya?

Saya juga suka dengan Desy Ratnasari, saat dia bermain di film Si Kabayan Saba Kota bersama Didi Petet. Perannya sebagai Ni Iteung gadis desa yang polos tapi wajahnya segar dan ranum, membuat saya ngefans dan mengidolakan Desy Ratnasari. Apalagi gaya rambutnya yang panjang terurai itu pas banget dengan selera saya. Type wanita berambut hitam pekat panjang terurai menutupi punggungnya yang bolong seperti Desy memang selera saya.

Itu duluuuuu ... Kemana mereka sekarang?? Diah sudah jarang beredar di sinetron-sinetron. Desy terkadang masih tampil, tapi perannya sudah bukan cinta-cintaan lagi. Sudah jadi ibu-ibu, malah terkadang jadi nenek dengan kepala dibalut pakai handuk. Pokoknya sudah gak ngefans lagi deh.

Saat ini sudah hadir artis-artis muda pendatang baru yang wajahnya masih seger, yang kulitnya belum kisut, yang bodynya belum melar. Usinya juga masih belasan, tak seperti Diah dan Desy yang sudah beranjak tuwir. Yang dulu cantik menarik, sekarang terlihat uzur. Banyak pesaing artis muda yang datang dengan pesona baru, daya tarik baru, image baru dll. Takdir memang kejam. Hukum alam tak bisa ditolak. Selalu akan hadir yang baru menggantikan yang lama.

Sobat properti, dunia ini terus berputar, dan semua akan dimakan aus. Dalam dunia marketing kita mengenal LIFE CYCLE PRODUCT (siklus hidup produk, dimana produk akan mengalami phase I (introduction), phase II (growth), phase III (maturity), dan yang terakhir phase IV (decline).

Anda jangan berpikir bahwa sebuah produk properti yang pernah sukses saat anda pasarkan, punya jaminan sukses lagi saat dilakukan pemasaran ulang produk yang sama tapi di waktu yang berbeda. Misal; anda pernah sukses memasarkan type 45/90 bentuk minimalis di tahun 2012 saat proyek anda baru saja launching dan memasarkan tahap I.

Saat ini anda sudah masuk tahap III, ketika mungkin 60% lahan anda sudah terjual, dan ketika infrastruktur di proyek anda sudah sebagian besar dikerjakan. Satu catatan penting; harga jual produk rumah yang anda pasarkan sudah tak murah lagi. Karena secara periodik pasti sudah anda lakukan penyesuaian alias kenaikan harga bertahap.

Saran saya, lakukanlah STRATEGI PRODUK INOVATIF. Munculkan produk baru dengan kesan baru dimata konsumen. Meski sama-sama type 45/90, konsumen yang belum membeli produk anda merasa lebih senang jika model rumah yang mereka beli tidak sama dengan rumah yang sudah ada di proyek itu sebelumnya. Membeli rumah bermodel yang sama dengan rumah yang sudah ada disitu sebelumnya, sama rasanya dengan anda membeli Kijang LGX edisi tahun 2013 (mesin 2013, interior baru) padahal saat ini sudah musimnya Innova. Aroma jadul gitu lho ....

Namanya produk inovatif tak harus mengubah secara ekstrem koq. Bisa yang ringan-ringan saja, misal mengubah desain vacade (tampak muka) dan warna catnya, meski style tetap minimalis. Bisa juga mengubah pilihan materialnya. Yang penting konsumen harus merasa tidak sedang membeli produk model lama meski buatan tahun sekarang.

Kalau mau agak ekstrem, denahnya diubah lay-outnya (tata letak). Style bangunan juga diubah, bukan lagi minimalis, tapi pakai style baru yang disebut eco-architecture. Ini adalah arsitektur yang ramah lingkungan. Yang menghindari pemakaian energi berlebihan, tetapi tetap nyaman sebagai hunian, dengan banyak bidang bukaan serta memuja unsur green and nature di lansekap.

Itu hanyalah salah satu contoh soal aplikasi PRODUK INOVATIF. Untuk aplikasi lainnya saya yakin anda lebih kreatif. Yang pasti produk usang bakal tidak dilirik dan pasti ditinggalkan oleh konsumennya. Semua harus sesuai dengan kondisi update dan sesuai perkembangan jaman.

Jaman saya kecil dulu, wingko babat hanya ada 1 rasa. Tetapi sekarang sudah ada rasa coklat, rasa nangka, rasa durian, dll. Itu adalah penerapan strategi produk inovatif supaya tidak ditinggalkan oleh konsumennya.

KESIMPULAN ;

1. Untuk pemasaran proyek properti yang memiliki luasan besar dan harus dipasarkan dalam waktu panjang, maka harus sering dimunculkan produk inovatif supaya konsumen tidak bosan dan selalu merasa membeli produk yang baru.

2. Produk inovatif tak harus menyajikan perubahan secara ekstrem. Sedikit perubahan sudah menimbulkan kesan baru dimata konsumen.

Sebagai penutup, meski sekarang sudah gak jaman gigi gingsul karena bisa dipasang kawat behel, buat saya sensasi gigi gingsul tetaplah lebih natural ...

TEKNIK MEMBUAT SKENARIO LEGAL AGAR DENGAN MODAL KECIL ANDA BISA MENDAPAT LABA BESAR

6:39 PM Add Comment
CUCI MATA DI TEPI KOLAM RENANG YUUK !!



Jin Properti - Minggu siang disaat saya sedang mengantar anak bungsu saya berenang di sebuah waterpark di Ungaran, mendadak ada telpon masuk, yang ternyata dari eks peserta workshop properti yang saya adakan.

"Om jin, saya sudah hunting tanah dan dapat kriteria seperti yang om jin ajarkan. Saya berhasil hot deal dengan MPT (mitra pemilik tanah) dengan profit sharing 70:30. Sudah saya buat pula business plan dan rekapitulasi kebutuhan modal kerjanya. Laba total 6 milyar. Kebutuhan modal hanya 2 milyar saja," katanya via telepon dengan berapi-api.

"Saya juga sudah berhasil mendapatkan MPM (mitra pemilik modal) bernama pak Roy yang bersedia menanamkan modalnya sebesar 2 milyar, asal selama 2 tahun juga mendapatkan laba lebih kurang 2 milyar juga. Masalahnya saya lupa dengan strategi mengenai masalah ini yang om jin ajarkan di workshop properti dulu. Bolehkah saya datang menemui om jin kesitu? Sembari melihat ABG-ABG pakai baju renang. Cuci mata yuuk, hahhahaahaa ...", lanjutnya sambil ketawa ngakak.

Akhirnya murid workshop yang bernama pak Gesang itupun menyusul ke waterpark, dan sambil mengamat-amati anak saya yang sedang berenang, kami berdua diskusi ditepi kolam renang. Saya menjelaskan kepada dia urutan dan tahapan yang harus dia lakukan sebagai berikut ;

Step #1. MEMBUAT MASTER AGREEMENT
Antara pak Gesang selaku MPK (mitra pemilik keahlian) dan pak Roy selaku MPM (mitra pemilik modal) membuat 'master agreement' yang menjelaskan bahwa pak Gesang telah bertindak sebagai arranger proyek dan memiliki opportunity berupa lahan kerjasama dengan potensi laba (70% x 6 milyar = 4,2 milyar) yang diestimasi akan selesai dalam waktu 2 tahun, dan memerlukan modal kerja sebesar 2 milyar.

Pak Roy akan diundang masuk sebagai investor dengan cara diajak masuk kedalam kepemilikan 49% saham PT yang akan dibentuk khusus untuk menjadi mitra kerjasama dari pemilik tanah. Selain itu pak Roy juga mempunyai kewajiban extra untuk memberikan pinjaman senilai 2 milyar ke PT, yang disebut sebagai pinjaman pemegang saham (share holder loan).

Mengambil 49% saham PT dan memberikan pinjaman 2 milyar adalah 2 tindakan berbeda yang dilakukan dalam 1 paket. Tanpa memberikan pinjaman 2 milyar, maka pak Roy tidak bakal ditawari mengambil bagian 49% saham PT.

Bagaimana cara pak Gesang melakukan bargaining dengan pak Roy soal paket 2in1 (2 menjadi 1) tersebut? Gampang!! Karena PT baru yang akan didirikan tersebut sudah memiliki opportunity proyek perumahan dengan opportunity laba 70% x 6 milyar = 4,2 milyar.

Jika pak Roy hanya mau mengambil saham 49% tanpa memberikan pinjaman 2 milyar, maka tinggalkan saja pak Roy, karena secara skenario legal tidak mendukung planning yang kita siapkan.

Step #2. MENDIRIKAN PT
Pak Gesang selaku MPK (mitra pemilik keahlian) kemudian mendirikan PT baru bersama MPM, dengan ketentuan sbb:

MPK (Gesang), saham 51%
MPM (Roy), saham 49%

Komisaris Utama : MPM
Kom : wakil MPK
Dirut : MPK
Dir : wakil MPM

Modal Dasar : Rp 250.000.000
Modal Disetor : Rp 100.000.000

Catatan penting :

Pak Gesang punya HAK 51% atas saham PT, tetapi punya KEWAJIBAN setor modal 51% x 100.000.000 = 51.000.000.

Pak Roy punya HAK 49% atas saham PT, tetapi punya KEWAJIBAN setor modal 49% x 100.000.000 = 49.000.000.

Ketika mendirikan PT baru dengan modal disetor hanya 100 juta seperti diatas, pasti pak Roy bertanya-tanya kenapa modalnya sekecil itu? Apakah cukup untuk mengerjakan proyek dengan kebutuhan modal 2 milyar?

Nah, justru disitulah letak kecerdasan kita menyusun skenario legal dan skenario permodalan. Hanya dengan menyetor modal 51 juta saja, kita sudah menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 51%, yang bisa menentukan hitam putihnya perusahaan. Sementara mitra pemilik modal hanya punya saham 49% saja.

Kalau kita mendirikan PT dengan modal dasar dan modal disetor yang gede, pastinya kita tak kuat menyetorkan modal. Jadi skenario modal kecil itu memang sudah direncanakan dan disengaja, yaitu supaya kita sanggup memenuhi kewajiban setor modalnya.

Step #3. PINJAMAN PEMEGANG SAHAM
Bersamaan dengan waktu pendirian PT, dan ketika pertanyaan dari pak Roy soal mengapa mendirikan PT dengan modal kecil belum dijawab, sodorkanlah Surat Pernyataan (kita yang menyiapkan konsepnya) dari pak Roy untuk kesediaannya memberikan pinjaman senilai 2 milyar kepada PT yang baru saja didirikan, agar PT baru memiliki modal untuk mengerjakan proyek dengan potensi laba 70% x 6 milyar = 4,2 milyar.

Didalam Surat Pernyataan alias kesediaan memberikan pinjaman kepada PT baru tersebut, pak Roy diberikan bunga pinjaman senilai 0,5% perbulan, yang akan dibayarkan bersamaan dengan saat pengembalian modalnya. Bunga 0,5% bukanlah bunga majemuk atau bunga berbunga, tapi hanya diperhitungkan berdasarkan jumlah bulan pemakaian pinjaman. (Note; bunga 0,5% hanyalah contoh saja, tergantung nego. Usahakan jangan memberikan bunga terlalu besar)

Anda mungkin bertanya kenapa pinjaman pak Roy mesti diberikan bunga 0,5% perbulan? Padahal pak Roy tidak memintanya, karena itu sudah merupakan komitmen dia kepada PT, pada saat dia diundang masuk menjadi pemegang saham.

Begini penjelasannya ;

Didalam struktur permodalan PT, pak Roy punya HAK 49% dan punya KEWAJIBAN menyetor modal 49 juta. Tolong dicermati; ada hak, ada kewajiban.

Ketika pak Roy memberikan pinjaman senilai 2 milyar kepada PT, maka itu adalah KEWAJIBAN dia sesuai komitmen awal. Untuk itulah kewajiban yang ada harus diimbangi dengan pemberian HAK berupa bunga pinjaman sebesar 0,5% perbulan. Ada hak, ada kewajiban. Tanpa anda memberikan HAK kepada pak Roy, maka dia akan merasa memiliki kontribusi yang lebih besar kepada anda didalam PT. Bisa-bisa pak Roy mengaku bahwa dia setor modal ke PT senilai 2 milyar + 49 juta. Dan itu jauh lebih besar dibanding anda yang hanya menyetor 51 juta saja.

Tapi dengan strategi diatas, anda 'MEMISAHKAN DENGAN JELAS' antara Setoran Saham dan Pinjaman. Dimana masing-masing memiliki Hak dan Kewajibannya sendiri. Dengan kata lain, adanya Hak akan menetralisir Kewajiban. Pemberian bunga 0,5% perbulan membuat pak Roy tidak akan bertanya-tanya lagi status uang 2 milyar yang dia pinjamkan kepada PT. Pak Roy tahu bahwa itu bukanlah setoran modal.

Sobat properti, dengan uraian serta penjelasan diatas, maka apabila nantinya semua berjalan lancar dan PT milik pak Gesang serta pak Roy berhasil mendapatkan laba 4,2 milyar setelah menyelesaikan proyek selama 2 tahun, maka perhitungannya adalah sebagai berikut ;

LABA PROYEK = 6 Milyar

Bagian MPT
= 30% x 6 Milyar = 1,8 Milyar
Bagian MPK + MPM
= 70% x 6 Milyar = 4,2 Milyar

Pembagian laba di internal PT milik pak Gesang dan pak Roy ;

LABA PROYEK = 4,2 Milyar

Bayar Bunga Pinjaman
= 0,5% x 24 bln x 2 Milyar
= 240 Juta
LABA - BUNGA PINJAMAN
= 3,96 Milyar

Bagian pak Gesang
= 51% x 3,96 Milyar
= Rp 2.019.600.000

Bagian pak Roy
= 49% x 3,96 Milyar
= Rp 1.940.400.000

Ingat, meski bagian laba pak Roy tak sampai 2 Milyar, akan tetapi dia masih mendapat bunga pinjaman senilai 240 juta. Jadi total yang menjadi hasil pak Roy adalah Rp 2.180.400.000,-

Mantap bukan? Pak Gesang hanya dengan setoran modal 51 juta berhak mendapatkan HAK senilai 2 milyar lebih. Semuanya legal, jelas secara hitam putihnya. Pembuatan skenario yang jelas dan benar secara legal, membuat anda bisa mengklaim hak anda secara absolut dan tak terjadi beda tafsir apapun juga dengan mitra anda.

Sobat properti, artikel saya di blog ini selalu berpihak kepada MPK (mitra pemilik keahlian), karena memang DNA saya adalah sebagai MPK, bukan MPT apalagi MPM. Meskipun demikian saya tidak sungkan jika artikel saya ini dibaca oleh mereka yang bukan MPK. Kenapa? Karena apa yang diterima dan dinikmati oleh MPT ataupun MPM tetaplah menarik. Kita tak pernah akal-akalan dan merugikan mereka. Everybody happy.

Jika anda ingin mendapatkan draft Master Agreement ataupun Surat Pernyataan Bersedia Memberikan Pinjaman dari MPM, bisa anda peroleh jika mengikuti workshop 2 hari KETEMU JIN PROPERTI. Disana anda akan diajarkan skill untuk mendapatkan mitra pemilik tanah dan menggandeng mitra pemilik modal, seperti yang sudah dipraktekkan oleh pak Gesang. 

Diskusi berakhir ketika di meja seberang saya dan pak Gesang mendadak datang serta langsung duduk 2 wanita dewasa (bukan ABG lho) dengan baju renang ketat yang masih basah, yang kemudian teriak-teriak memanggil pelayan untuk memesan menu.

Ini tontonan sedap. Maaf, saya sudah tak berselera lagi bicara soal properti kalau pemandangannya begini, hahahahaha ...


Jadwal Workshop KETEMU JIN PROPERTI
DENPASAR : 9 - 10 Nopember 2013
Hotel Fave, jln Teuku Umar Denpasar

Preview : 2 Nopember 2013
Hotel Fave, jln Teuku Umar Denpasar

Contact Person :Fendy Jong [ 0878 - 8479 0668 / PIN 27EAB802 ]
Agung Subroto [ 0813 - 9088 8546 / PIN 29D22D6F ]

CARA MENCIPTAKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF ATAS PESAING ANDA

10:43 PM Add Comment
SAMAD : SETELAH ANDI, BULAN DEPAN GILIRAN ANAS


Jin Properti - Setelah hampir 5 tahun tidak pernah ketemu, keponakan saya yang terakhir ketemu masih SD kelas VI, sekarang sudah SMA kelas II. Badannya tinggi tegap, kumisnya tipis, gaya rambutnya keren. Wow, sudah jadi perjaka masa kini sepertinya.

Sore itu saya punya kesempatan ngobrol sama dia di gazebo belakang rumahnya, sambil nunggu bapaknya pulang kerja.

Dia tanpa sungkan-sungkan bercerita tentang kisah cintanya memacari cewek-cewek di sekolahnya. Katanya dia sudah berpacaran 4 bulan dengan Andi Marissa Mattalata dan mulai sering cekcok, makanya Andi mau diputusin saja. Setelah Andi bisa diputus, bulan depan dia mau pendekatan dengan cewek kelas sebelah yang bernama Anna Shakira, biasa dipanggil Anas. Jadi Anas adalah giliran selanjutnya untuk dipacari.

Oh ya, keponakan saya tersebut bernama Samad. Dia menceritakan bahwa ada 3 cowok pesaing yang juga sama-sama naksir Anas. Tetapi dia yakin mampu mengatasinya, dan berhasil mendapatkan cinta Anas.

Pesaing pertama bernama Alex. Memang ganteng, tapi level gantengnya biasa-biasa saja. Kata Samad, jika kegantengan Alex nilainya 6,99 maka kegantengan Samad adalah 8,01. Jadi Samad merasa lebih ganteng ketimbang Alex.

Pesaing kedua bernama Bravo. Anak ini punya kegantengan yang setara dengan Samad. Tapi Samad merasa bisa mengatasi Bravo, karena Samad punya PERBEDAAN (differensiasi) yang mencolok dengan Bravo, yaitu Bravo berangkat sekolah naik angkot alias jalan kaki, sementara Samad punya sepeda motor masa kini yang bisa dipakai boncengin cewek untuk pergi nonton bioskop atau nongkrong di cafe.

Pesaing ketiga bernama Coki. Ini pesaing paling berat, karena Coki selain gantengnya setara Samad, Coki juga punya motor keren yang tak jauh beda dengan motor yang dimiliki Samad. Meski demikian Samad tetap optimis bahwa dia bisa tampil lebih mempesona di mata Anas ketimbang Coki. Karena Samad akan mengeksploitasi beberapa kelebihan yang ada pada dirinya, supaya dia memiliki nilai lebih di mata Anas.

Samad kemudian berusaha mengidentifikasi serta mengkomparasi hal-hal apa saja yang dia punya nilai lebih dibanding Coki, maka hal itulah yang akan dieksploitasi agar lebih menarik perhatian Anas.

Samad adalah pemain inti tim basket sekolah, sementara Coki tak pandai bermain basket. Samad bisa bermain gitar dan memiliki suara lumayan bagus, sementara Coki suaranya malah parau. Samad jago bikin puisi cinta karena punya jiwa perayu, sementara Coki sepertinya tak punya talenta ala pujangga.

Beberapa perbedaan itu hanyalah perbedaan tipis saja, bukan perbedaan ekstrem. Kalau tidak dieksploitasi tak bakal nampak di permukaan. Tapi karena Samad sadar bahwa hanya perbedaan-perbedaan kecil itulah yang dia miliki diatas Coki, maka dia akan FOCUS mengekspos semua kelebihan itu agar bisa mendapatkan cinta Anas.

Sobat properti, artikel diatas hanyalah analogi yang saya sampaikan kepada anda, sebelum saya menjelaskan bagaimana cara kita MENCIPTAKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF ATAS PESAING ANDA. Jika Samad yang SMA kelas 2 saja yakin mampu mengatasi 3 pesaingnya dalam memperebutkan Anna Shakira, mosok sih anda mau kalah dengan Samad??

Ada 3 cara menciptakan keunggulan kompetitif, dan ini sudah berkali-kali saya tuliskan di blog ini. Meskipun demikian saya tak bosan-bosannya menulis ulang, supaya makin dipahami. Ketiga cara tersebut yaitu ;

1. COST LEADERSHIP
Menjual dengan harga lebih murah dibanding harga pesaing, akan tetapi memiliki level benefit yang setidaknya sama, bukan dibawahnya. Jika pesaing menjual 200 juta, maka kita menjual 190 juta. Ini resep sederhana yang diketahui banyak pedagang. Jual lebih murah, pastinya ya lebih laku. Hanya saja masalahnya, dengan menjual (misalnya) 190 juta tersebut, apakah anda mengorbankan laba? Ataukah melakukan efisiensi? Jika anda tidak tahu cara membuat breakdownnya, berapa harga dasar dan berapa margin labanya, tentu saja anda mesti ikutkelas workshop properti dulu supaya mahir membuat ACTION PLAN. (kelas terdekat di Denpasar Bali tgl 9-10 Nopember 2013)

Meskipun harga lebih murah, tetapi ada syarat lain bahwa level benefitnya setidaknya sama, bukan lebih rendah. Jika pesaing pakai bata merah, anda juga mesti pakai bata merah (bukan batako). Jika pesaing pakai plafond gypsum, anda juga mesti pakai gypsum (bukan triplek). Jika pesaing pakai kloset duduk, anda juga mesti pakai kloset duduk (bukan jongkok). Jika pesaing pakai gorong-gorong bawah tanah, anda juga bawah tanah (bukan saluran terbuka). Jika level benefitnya sama, akan tetapi harga jualnya lebih murah, maka dalam kondisi itulah anda bisa disebut memiliki KEUNGGULAN KOMPETITIF atas pesaing anda, dengan aplikasi jurus COST LEADERSHIP.

2. DIFFERENSIASI
Menciptakan perbedaan secara ekstrem atas pesaing anda. Bukan sekedar beda, tetapi beda signifikan yang memberikan manfaat kepada konsumen yang membeli produk perumahan anda. 
Jika pesaing lebar jalan hanya 6 meter, saluran terbuka, jaringan listrik kabel udara, maka anda membuat jalan lebar 9 meter, gorong-gorong tertutup, dan jaringan listrik bawah tanah. Jika pesaing tanpa kolam renang, maka proyek anda memiliki kolam renang. Jika pesaing tanpa fasilitas IT, maka proyek anda dilengkapi kamera CCTV dan semua rumah mendapatkan fasilitas WIFI. Itu semua hanyalah contoh saja, soal aplikasi di proyek anda silahkan wujudkan gagasan anda sendiri. Teorinya sederhana; berikan PERBEDAAN (differensiasi) yang signifikan dan memberikan manfaat bagi konsumen, sehingga proyek anda bisa memiliki KEUNGGULAN KOMPETITIF atas pesaing anda.

3. FOCUS
Ketika differensiasi (perbedaan signifikan) tidak mampu anda lakukan atas pesaing anda, maka berpikirlah lebih keras lagi dengan mengeksploitasi semua benefit dan kelebihan yang dimiliki proyek anda, agar bisa menciptakan perbedaan kecil yang memberikan manfaat bagi konsumen anda, sehingga mampu memberikan KEUNGGULAN KOMPETITIF atas pesaing anda. Itulah yang disebut dengan FOCUS.

Jika pesaing memakai kloset duduk merk abal-abal, maka anda memakai kloset duduk merk Toto. Jika pesaing memasang keramik dinding KM/WC hanya setinggi 175 cm, maka anda memasang keramik setinggi full plafond. Jika pesaing didepan rumah hanya diberikan rumput saja, maka anda memberikan taman kecil yang ada bunga perdu dan pohon palem. Jika pesaing memberikan waktu 4 bulan kepada konsumen untuk mengangsur uang muka, maka anda memberikan waktu 6 bulan. Jika pesaing hanya menempatkan satpam 1 orang saja di tiap shift, maka estate management yang anda kelola menempatkan 2 satpam setiap shift, dimana 1 orang standby di pos, dan 1 orang keliling naik sepeda. Konsumen yang sedang survei lokasi dan melihat ada satpam keliling naik sepeda akan menarik kesan yang positif atas proyek anda, dan memperbesar peluang untuk segera membayar tanda jadi.

Sobat properti, penjelasan dari saya atas 3 cara menciptakan keunggulan kompetitif terhadap pesaing sudah saya paparkan dengan gamblang, lengkap dengan contoh-contoh konkritnya. Saya yakin jika sudah paham apa yang dimaksud dengan 3 hal diatas, anda dijamin lebih kreatif dibanding saya dalam menciptakan keunggulan kompetitif di produk anda.

Selamat mencoba ya ....

CARA MEMBUAT PEMILIK TANAH BERSEDIA LAHANNYA DIBALIK NAMA KE PERUSAHAAN ANDA

7:22 PM Add Comment
DENPASAR HEBOH !! 
ADA PENAMPAKAN DITENGAH-TENGAH PENTAS TARI TRADISIONAL BALI

Jin Properti melakukan penampakan ditengah pentas tari Bali di Denpasar


AW | Jin Properti - Seorang eks peserta workshop mengabari saya kalau dirinya sudah mendapatkan prospek hot deal dengan pemilik tanah seluas 1,7 ha yang menghargai tanahnya Rp 600.000/m2, dengan DP 10% dan sisanya dibayar sesuai progres penjualan tanah kepada konsumen. Pelunasan tanah harus dilakukan maksimal 24 bulan sejak IMB terbit, dimana harga tanah di tahun ke 2 naik otomatis sebesar 10% untuk lahan yang belum dijual kepada konsumen, dan pembagian profit sharing 30% untuk pemilik tanah.

Wow!!! Ini murid yang cerdas. Karena semua resep nego dengan pemilik tanah yang saya ajarkan di kelas workshop telah dia terapkan semuanya dengan benar, yaitu ;

1. Mendapatkan lahan dengan harga yang wajar sesuai harga pasaran. (Dia mengaku menerapkan JURUS TAICHI MASTER yang saya ajarkan di workshop).

2. Mendapatkan deal profit sharing 70:30, dimana MPT (mitra pemilik tanah) mendapat porsi hanya 30% saja, lebih kecil dibanding porsi 70% milik MPK + MPM (mitra pemilik keahlian + mitra pemilik modal). Dia mengaku saat nego menerapkan JURUS BEDAH HARGA RUMAH yang saya ajarkan di workshop, sehingga bisa meyakinkan MPT untuk menerima profit sharing lebih kecil.

3. Mendapatkan deal bahwa umur proyek adalah 2 tahun, karena di workshop saya ajarkan bahwa mengenai waktu pelunasan tanah harus memakai asumsi konservatif 1 ha = 1 tahun, 2 ha = 2 tahun, dst. Sehingga kalau luasan 1,7 ha diselesaikan 2 tahun masih relevan.

4. Mendapatkan deal mengenai grass period, sehingga hitungan waktu 24 bulan pelunasan dihitung sejak ijin (baca; IMB) terbit, bukan sejak pembayaran DP. Setidaknya ini bisa mendelay kewajiban kisaran 2-4 bulan.

5. Mendapatkan deal bahwa DP pembayaran tanah hanya sebesar 10% saja, sementara sisanya dibayar sesuai progres pelepasan tanah kepada konsumen.

"Om Jin, dengan semua kondisi deal diatas, apakah semua sudah lengkap atau masih ada yang perlu dikondisikan ulang dengan MPT (mitra pemilik tanah)? Saya perlu advise soal teknik eksekusi lahannya. Bagaimana SKENARIO LEGAL nya?" tanya eks murid workshop tersebut.

Kemudian saya menjelaskan bahwa selain Skenario Legal, masih ada 1 hal lagi yang perlu dikondisikan, yaitu "Menyatakan kepada MPT mengenai berapa skala investasi yang akan ditanamkan di proyek tersebut."

Seperti yang sering saya ajarkan di workshop, proyeksi laba biasanya 1x harga tanah. Jadi kalau luas lahan 1,7 ha @ 600.000/m2, maka potensi laba totalnya adalah 10,2 milyar. Dibulatkan 10 milyar. Jika bagian MPT adalah 30% alias 3 milyar, maka bagian MPK + MPM adalah 70% alias 7 milyar.

Untuk sebuah proyek dengan target laba 7 milyar, maka skala investasi maksimal yang bisa dibudgetkan adalah 50% dari potensi laba alias 3,5 milyar saja. Meskipun demikian jangan sampaikan kepada pemilik tanah bahwa kita akan berinvestasi senilai 3,5 milyar. Katakan saja kita akan berinvestasi sebesar 2,5 milyar saja. Selama lahan tidak ada pengurugan atau memotong tanah, maka modal kerja 2,5 milyar untuk mengembangkan lahan 1,7 ha masih relevan. Bahkan kalau itu proyek saya pribadi, dengan ilmu jin yang saya kuasai saya berani mematok modal kerja hanya 2 milyar saja. (di workshop ada pelajaran REKAPITULASI MENGHITUNG MODAL KERJA PROYEK),

Mengenai SKENARIO LEGAL, tidak ada opsi lain mengembangkan proyek ini selain memakai badan hukum (baca; PT). Karena luasan 1,7 ha pasti tidak bisa dikelola memakai nama perorangan atau pribadi. Regulasi soal hal ini sekarang sangat ketat, bagi yang melanggar biasanya mendapat kendala saat mau melakukan pemecahan sertipikat (baca; tak bisa split lebih dari 5 kavling). Konsekwensi turun hak dari HM menjadi HGB sudah pasti terjadi.

Kemudian saya menyarankan urutan seperti ini yang harus dijelaskan kepada MPT, yaitu;

SKENARIO A

Step #1 : MENDIRIKAN PT

Meminta kepada MPT agar mendirikan PT baru (dokumen lengkap: akta pendirian, SIUP, TDP, NPWP, pengesahan Depkumham, keterangan domisili) dengan pemegang saham dan pengurus semuanya dari internal MPT. Estimasi biaya 10 s/d 12,5 juta.

Step #2 : MENGURUS PERIJINAN

Meminta kepada MPT agar mengurus perijinan sampai dengan terbit Ijin Lokasi atau Ijin Prinsip. Tentunya terlebih dahulu dibuatkan desain siteplan dll sebagai dokumen pendukungnya. Estimasi biaya 100 s/d 125 juta.

Step #3 : BALIK NAMA

Jika Ijin Prinsip/Ijin Lokasi sudah terbit, maka SHM atas nama MPT dibalik nama menjadi atas nama PT, dan statusnya otomatis turun menjadi HGB. Ada 2 pajak yang dibayar, yaitu; PPH final 5% (asumsi SPPT PBB hanya 200.000/m2) sebesar 170 juta. Pajak ini dibayar oleh MPT sebagai Penjual/pelepas hak. Dan juga BPHTB senilai 167 juta. Pajak ini dibayar oleh PT (pemegang sahamnya juga MPT) sebagai Pembeli/penerima hak. Total biaya pajak senilai 337 juta.

Jika akumulasi biaya dari #step 1 s/d #step 3 dijumlahkan, maka hasilnya adalah 447 juta.

Semua biaya itu menjadi beban kewajiban MPT, supaya kemudian MPT bisa berhadapan dengan mitranya (baca; kita) dalam kapasitas PT bertemu PT guna melakukan kerjasama melalui MoU khusus, ataupun dikondisikan dalam status PPJB notariil beserta kuasa menjual.

Saya jamin MPT akan terbelalak matanya dan tak mau ditempuh skenario tersebut. MPT tak bakal mau keluar biaya sebanyak itu dari kantongnya sendiri.

Nah, ketika matanya terbelalak kaget, atau minimal dahinya berkerut menatap angka ratusan juta yang harus ditanggungnya, sebenarnya saat itulah peluang bagi kita sudah ada didepan mata, yaitu agar MPT bersedia mengikuti skenario yang sudah kita persiapkan.

Sobat properti, skenario step #1 s/d #3 diatas sebenarnya mengandung 1/2 jebakan. Dimana seolah-olah kita memberikan opsi kepada MPT untuk tetap mengangkangi tanahnya dengan dibalik nama ke PT dimana MPT menjadi pemegang sahamnya sendiri. Akan tetapi dalam prakteknya itu sulit direalisasi, karena MPT tak bakal mau keluar duit sendiri hanya demi menjalankan skenario legal.

Saatnya anda menjadi dewa penyelamat, dengan menolong MPT supaya tetap bisa ngangkang (baca; mengontrol tanahnya) akan tetapi tidak sampai keluar uang 1 sen pun, dengan mengajak MPT menjalani urutan proses dibawah ini;

SKENARIO B

Step #1 MENDIRIKAN PT BERSAMA

MPT, saham 30%
MPK + MPM, saham 70%

Kom-Ut = wakil MPK + MPM
Kom = wakil MPT
Dir-Ut = wakil MPT
Dir = wakil MPK + MPM

Modal Dasar = 2.500.000.000
Modal Disetor = 2.500.000.000

Note ;
MPT punya kewajiban setor 30% x 2.500.000.000 = 750.000.000, akan tetapi tidak perlu setor karena sifatnya ini adalah saham goodwill.

Step #2 MENGURUS PERIJINAN

Perijinan diurus, dimana beban biaya ditanggung oleh PT yang dibentuk bersama oleh MPK dan MPK + MPM. Jadi bukan ditanggung sendiri oleh PT milik MPT seperti rincian diatas sebelumnya.

Step #3 BALIK NAMA

Setelah ijin prinsip / ijin lokasi terbit, maka akan dilakukan proses balik nama. PPH Final 5% dibebankan ke MPT, dan MPT harus membayarnya sendiri dengan mengambil sebagian dari penerimaan Uang Muka pembayaran tanah. Sedangkan BPHTB dibayar oleh PT selaku penerima hak.

Sobat properti, jika ada Skenario A dan Skenario B, menurut pengalaman saya selama ini, MPT cenderung memilih skenario B karena lebih meringankan di pihak dia. Dia bebas dari biaya mendirikan PT, biaya perijinan, dan BPHTB. Bandingkan dengan skenario A dimana dia harus menanggung semuanya.

Soal kekuatiran MPT mengenai tanah yang dibalik nama ke PT, jelaskan saja bahwa MPT dijamin aman, karena ;

1. Untuk melakukan penjualan kepada konsumen, maka AJB PPAT hanya bisa ditanda-tangani oleh Dir-Ut yang merupakan representasi dari MPT sendiri.

2. Untuk melakukan penjualan kepada konsumen, maka Dir-Ut perlu persetujuan dari Dewan Komisaris (baca; bukan salah satu komisaris saja), dimana salah satu anggota Dewan Komisaris adalah MPT sendiri.

3. PT akan membuka joint account di bank, dimana 2 diantara 4 specimen tanda-tangan adalah wakil dari MPT sendiri. Dijamin aman karena semua arus uang keluar-masuk bisa dikontrol oleh MPT.

Sobat properti, lakukan skenario diatas dengan baik dan benar, maka outputnya adalah kondisi dimana MPT akan rela melepaskan tanahnya untuk dibalik nama ke PT yang anda dirikan bersama MPT, karena dia merasa aman dan punya akses kontrol yang kuat atas tanah dan atas keuangan. Apalagi dirinya sendiri atau wakil dari MPT berhak duduk sebagai Dir-Ut yang merupakan representasi dari PT.

Enak bukan? Hanya sediakan modal 2,5 milyar saja, maka PT anda punya penguasaan atas lahan yang nilainya setara 10,2 milyar. Dan potensi laba yang menjadi hak anda adalah sebesar 70% x 10 milyar. Wow!!!! Bikin air liur menetes.

Sobat properti, yang saya jelaskan diatas hanya yang enak-enak saja. Sementara potensi bahaya dan resikonya sengaja belum saya jelaskan disini. Ada 2 resiko besar yang bisa menjegal jalannya proyek jika dieksekusi dengan skenario diatas. Dan jika anda mau tahu resiko apakah gerangan? Dan bagaimana cara mengantisipasinya, ikuti saja WORKSHOP PROPERTI 2 HARI yang diselenggarakan oleh Jin Properti. Semua dikupas tuntas disana. Silahkan saja lihat jadwal workshop terdekat.


TEKNIK MEMBUAT PENAWARAN LAHAN DAN OPSI PEMBAYARANNYA

6:38 PM Add Comment
HAL APA YANG ASYIK DILAKUKAN USAI BERCINTA???


AW | JIN PROPERTI - Kamis malam, menjelang Jumat. Kisaran jam 00.30 saat mata saya sudah mulai liyer-liyer menjelang terlelap, mendadak ada BBM masuk. PING!!! Saya terbangun dan membaca pesan masuk dari seseorang yang ada di daftar contact list BBM saya. Saya tidak mengenal langsung orangnya, tapi dia tahu PIN saya dari blog, dan memang saya jarang menolak seseorang yang invite PIN saya. Hampir 99% saya accept.

Om Jin, saya besok mau nego tanah dengan pemilik. Tanahnya bagus, sudah saya survei tadi siang. Luasnya 4 ha lebih, harganya cuma 80.000/m2. Bukan sawah, sudah sertipikat, dan aksesnya bisa dilalui 2 mobil bersimpangan. Saya mencari lahan dengan kriteria diatas sesuai arahan di blognya om Jin Properti.

Saya minta advise om Jin Properti buat bekal nego besok dengan pemilik tanah. Tapi mengingat saya ini tak cakap bicara, saya minta diberikan 1 contoh draft penawaran tertulis yang terkait skema pembayaran yang akan saya ajukan.

Waduuuuh, fans saya yang satu ini membuat saya sebel karena mengontak saya jam 00.30 dinihari. Capek habis bercinta di malam Jumat, malah diberi pekerjaan memberikan advise skim pembayaran. Tapi saya tak ingin melihat dia gagap saat nego dengan pemilik tanah. Akhirnya saya meminta email dia dan menuliskan beberapa opsi SKEMA PEMBAYARAN yang harus dia negoisasikan nanti, yaitu sbb;




Selain mengirim email berisi draft diatas, saya berikan juga penjelasan sebagai berikut ;

Meski ada 3 SKIM BAYAR, sebenarnya skim yang kita bidik adalah SKIM C, yaitu skim kerjasama panjang, setelah didepan hanya membayar Uang Muka sebesar 15%.

Meskipun demikian kita tetap perlu menawarkan 2 skim bayar lainnya, yaitu skim A dan skim B, supaya pemilik tanah merasa diberikan pilihan.

SKIM A adalah skim pembayaran hardcash. Ini skim bayar jebakan saja. Saat nego kita mesti tampil full power seakan-akan juga sanggup bayar tunai keras, meski sebenarnya skim ini kita hindari alias 'not recommended'. Jika pemilik tanah termakan dengan jebakan ini, jangan galau, kita masih punya waktu cukup untuk mencari investor, karena kita melakukan teknik buying time dengan meminta waktu mengurus perijinan (baca; sampai dengan IMB terbit). Setidaknya itu memakan waktu 2-3 bulan, sehingga memberi kesempatan kepada kita untuk mencari MPM (mitra pemilik modal) alias investor.

SKIM B adalah skim pembayaran tunai bertahap. Tempo atau durasi waktunya tidak terlalu panjang, dan mungkin saja menarik minat pemilik tanah. Tapi harganya kurang bagus karena masih dibawah harga penawaran dan tidak memberikan added value (nilai tambah) apapun meski pembayarannya mundur. Sehingga kemungkinan besar pemilik tanah tak akan memilih skim ini.

SKIM C adalah skim paling bagus, karena harga yang kita tawarkan sama dengan penawaran harga yang disebutkan oleh pemilik tanah. Kerugian pemilik tanah adalah pembayaran yang ditarik panjang kebelakang. Tapi bisa dikompensasi dengan pemberian profit sharing senilai 20 - 30%. Jika sekedar diberi profit sharing belum cukup menarik, maka tambahkan opsi kenaikan harga tanah secara otomatis sebesar 10% pertahun, mulai tahun kedua dan seterusnya. Yang mengalami kenaikan harga hanya luasan lahan yang belum terjual dan belum dilakukan AJB PPAT saja.

Untuk penjelasan mengenai teknis cara pembayaran dan lain-lain, saya persilahkan anda membaca sendiri di draft yang sudah saya email ini. Saya sudah ngantuk, saatnya tidur.

Sobat properti, jika anda bertanya hal apa yang asyik dilakukan usai bercinta di hari Kamis malam? Ternyata jawabnya adalah membuka laptop dan mengirim email mengenai skim pembayaran tanah, hahaahah ...

Jangan dicoba !!! Mending langsung tidur saja deh. Saya saja malas melakukannya, makanya saya menyuruh seseorang yang masih kuat melek malam itu untuk membantu saya mengetik email, upload tabel, dan mengirimkannya .... Saya hanya mendikte saja dengan mata tinggal 5 watt.

_____________________________

Kalau mau penjelasan lebih jelas, ikuti saja workshop properti 2 hari KETEMU JIN PROPERTI di Hotel FAVE Denpasar Bali pada tanggal 9-10 Nopember 2013 mendatang. Minat? Hub: sdr Agung ( 0813 90 888 546)

JANGAN MAU DISURUH MEMARKIR MODAL KERJA DIMUKA

3:30 PM Add Comment
WOW!!! DAUS PENGIN ML 312 KALI



AW JIN PROPERTI  - Betapa senangnya hati Daus, ketika sore itu bersama kedua orang tuanya berangkat ke rumah Mini. Sore itu Daus bermaksud menemui orang tua Mini (yang sudah 2 tahun dipacarinya), guna menyampaikan maksud hati melamar dan menikahi Mini (nama lengkapnya Darmini).

Dengan suguhan teh manis serta singkong rebus, pembicaraan antara kedua calon besan itu berlangsung seru. Rupanya bapaknya Mini yang bernama pak Darmo tak ingin menyerahkan anak semata wayangnya itu kepada Daus tanpa melakukan seleksi soal 'bibit, bebet dan bobot'. Sehingga pak Darmo memberikan syarat-syarat yang cukup berat kepada Daus yang ingin meminang putrinya.

Pak Darmo meminta keluarga Daus mensubsidi 50% biaya resepsi pernikahan. Daus menyatakan siap asal pestanya jangan terlalu mewah, yang wajar-wajar saja. Pak Darmo meminta Daus membayar mahar berupa uang tunai senilai 50 juta ditambah seperangkat baju pesta. Daus meski kepalanya cenat-cenut menyatakan siap memenuhinya, sembari berpikir akan mengambil pinjaman dari koperasi di kantornya.

Yang bikin Daus hampir pingsan, ternyata pak Darmo masih menetapkan 1 syarat lainnya, yaitu Daus wajib menyerahkan jaminan tersedianya uang belanja untuk Mini selama 3 tahun kedepan, yaitu 5 juta/bulan x 36 bulan = 180 juta. Jaminan uang belanja tersebut harus diwujudkan dalam bentuk rekening tabungan bersama (joint account) atas nama Daus dan pak Darmo. Pak Darmo bersikeras menuntut jaminan ini, karena dia ingin memastikan bahwa anaknya tak bakal hidup susah karena setidaknya uang belanja 3 tahun kedepan sudah tersedia.

Daus komplain keras atas syarat yang dianggap mengada-ada dari calon mertuanya itu. Mana bisa ada kebijakan seperti itu? Subsidi biaya resepsi dan bayar mahar sudahlah cukup. Soal kebutuhan hidup 3 tahun kedepan bisa diusahakan sambil jalan karena Daus merasa dirinya punya pekerjaan tetap dan sering dapat penghasilan tambahan. Hidup bersama saja belum dijalani koq disuruh menyediakan jaminan.

Pak Darmo tak mau melunak dan tetap meminta syarat tersedianya jaminan uang belanja 3 tahun tersebut. Daus mulai naik pitam dan mempertimbangkan opsi meninggalkan Mini ketimbang punya mertua matre seperti pak Darmo.

"Pak Darmo, saya keberatan dengan syarat bapak. Saya tidak sanggup memenuhinya. Tidak lazim kebutuhan 3 tahun kedepan yang belum dijalani koq harus disediakan sebelum pernikahan. Kalau begitu, nanti saya balas dengan mengajak anak bapak ML 312x dalam 1 hari, biar perutnya meletus !!! Saya biasanya ML 2x seminggu. Jika setahun ada 52 minggu, maka 3 tahun ada 156 minggu. Artinya saya pengin ML 312x bersama Mini," kata Daus dengan nada ketus.

Pak Darmo kaget mendengar anaknya mau diajak ML 312x dalam waktu sehari sampai perutnya meletus.

"Lho, lho. ML apaan nih? Koq sampai perut anakku dibikin meletus?" tanya pak Darmo dengan rasa penasaran.

Daus menjawab; "ML artinya MAKAN LONTONG pak. Karena makan lontong sayur adalah kebiasaan saya sejak tinggal di Batam dulu. Sayur labu yang pedas, kuah rasa rempah, lauknya teri medan dan kacang, sedaaaaap ..... Kalau Mini menjadi istri saya, dia punya kewajiban memasak lontong sayur seminggu 2x buat saya."

Hahhahaa ..., dasar Daus.

Sobat properti, saya senang banget karena baru saja deal lahan kerjasama murni seluas 1,6 ha di sebuah kota besar. Tak perlu bayar tanah kontan, hanya diminta membayar komitmen fee 50 juta yang diperhitungkan sebagai uang muka, meski tetap harus ada bagi hasilnya. Bagi pemburu lahan hot deal seperti saya, sukses mendapatkan MPT (mitra pemilik tanah) seperti ini pantas disyukuri. Semua orang tahu bisnis properti adalah bisnis padat modal, karena untuk membeli lahan perlu keluar modal yang besar. Jika kita bisa punya proyek tanpa membayar tanah, maka reduksi modal yang terjadi sangatlah signifikan.

Oh ya, lahan seluas 1,6 ha tersebut dihargai 500.000/m2. Jadi totalnya 8 milyar. Saat MPT menanyakan kepada saya berapa potensi laba total? Saya jawab hanya 5 milyar saja, yang bisa dieksekusi dalam waktu 2 tahun.

Pelajaran buat kita bersama;

1. Jangan memasang target yang optimis jika itu menjadi KEWAJIBAN kita. Saya terbiasa memakai patokan bahwa "Laba sama dengan 1x harga tanah". Jika harga tanahnya 8 milyar, mestinya target laba yang bisa diraih juga 8 milyar. Tapi saya hanya berani menjanjikan laba 5 milyar saja, supaya ekspektasi MPT tidak berlebihan.

2. Lahan seluas 1,6 ha saya janjikan bisa dieksekusi dalam waktu 2 tahun. Kenapa? Saya pakai asumsi konservatif bahwa "1 hektar digarap 1 tahun", makanya kalau 1,6 ha saya proyeksikan selesai digarap 2 tahun. Dan tentu saja 2 tahun bukan dihitung sejak tanda-tangan kesepakatan kerjasama, melainkan dihitung sejak ijin terbit. Saya selalu meminta grass period untuk membuat desain dan mengurus perijinan. Artinya selama perijinan belum terbit, maka hitungan 24 bulan belumlah dimulai.


MPT bertanya kepada saya berapa ESTIMASI MODAL KERJA yang akan kami tanamkan di proyek kerjasama tersebut? Saya jawab kisaran 1,5 milyar. Saya tak mungkin membenamkan modal diatas 1,5 milyar, karena potensi laba yang menjadi bagian kami hanya 3 milyar (60% x 5 milyar) saja. Konsep saya adalah bahwa "ikan yang dipancing mesti punya bobot minimal 2x umpan kail yang kita siapkan".

MPT meminta kami agar menempatkan modal kerja senilai 1,5 milyar tersebut di rekening joint account, bersamaan dengan penanda-tanganan kesepakatan kerjasama. Alasannya supaya mereka yakin telah bekerjasama dengan mitra yang bonafid dan punya modal, sehingga proyek tidak macet ditengah jalan.

Waduuuw, kami keberatan jika uang 1,5 milyar mesti diparkir dimuka. Ini bukan soal kami mampu atau tidak mampu menyediakan modal kerja senilai 1,5 milyar. Tetapi lebih karena didasari pemikiran bahwa seharusnya modal disetorkan sesuai kebutuhan cashflow proyek. Apalagi proyek tersebut pastinya akan dilengkapi dengan Action Plan dan proyeksi cashflow.

Pemilik tanah berusaha ngotot agar kami tetap memarkir dana 1,5 milyar didalam joint account sebagai jaminan tersedianya modal kerja, tetapi saya menolak dan memberikan penjelasan sebagai berikut ;

1. Kesepakatan kerjasama adalah antara pihak I sebagai pemilik tanah dengan pihak II (baca; saya) sebagai pemilik modal merangkap pemilik keahlian.

2. Kewajiban pihak II adalah membiayai pelaksanaan proyek, dengan modal kerja maksimal 1,5 milyar yang dikeluarkan bertahap sesuai kebutuhan cashflow proyek. Jika modal kerja 1,5 milyar yang disediakan oleh pihak II ternyata kurang mencukupi untuk pelaksanaan proyek, maka akan dicarikan instrumen pembiayaan kredit konstruksi dari perbankan dengan mengagunkan obyek kerjasama.

3. Kewajiban pihak II adalah membayar commitment fee senilai Rp 50 juta di awal proyek, dan kemudian membayar tanah sesuai laju penjualan dengan harga satuan (brutto) senilai Rp 500.000/m2 sampai lunas.

4. Kewajiban pihak II adalah membagikan laba (profit sharing) senilai 40% di akhir proyek.

5. Uang muka dan pencairan KPR dari konsumen yang terkumpul di rekening penampungan bisa digunakan untuk kepentingan pembiayaan pelaksanaan proyek. Jika penjualan bagus dan piutang besar, maka bisa saja terjadi kondisi dimana setoran modal kerja tidak diperlukan lagi.

Sobat properti, dengan beberapa argumen diatas akhirnya saya berhasil mematahkan argumen MPT yang meminta kami memarkir dana 1,5 milyar dimuka. Dengan demikian kami hanya berkewajiban mensuplai dana sesuai kebutuhan cashflows saja.

Mirip kisah Daus diatas, yang menolak menyediakan jaminan uang belanja untuk istrinya, maka saya juga menolak memarkir modal kerja didepan. Yang penting kami bertanggung jawab didalam membiayai pelaksanaan proyek.

Ikuti : Workshop Properti 2 hari KETEMU JIN PROPERTI, tgl 9 - 10 Nopember 2013 di Hotel FAVE Denpasar Bali. Minat? Hub : sdr. Agung (HP 0813 - 90 888 546)

INGIN JADI PRAKTISI PROPERTI HANDAL? BELAJAR SAJA DI INSTITUT PRAKTISI PROPERTI

4:54 AM Add Comment
INSTITUT PRAKTISI PROPERTI




Info lengkap buka websitenya yang keren di www.InstitutPraktisiProperti.com 

TUJUAN :

Menyiapkan SDM handal yang memiliki kemampuan untuk mengelola sebuah proyek properti. Dengan semua modul pembekalan yang diperoleh dari mengikuti program belajar di IPP (Institut Praktisi Properti), lulusannya sudah punya kualifikasi sebagai praktisi properti yang bisa berwira-usaha sendiri di bisnis properti, atau menjadi profesional di perusahaan properti.

IPP tidak menyiapkan lulusannya sebagai pengusaha workshop dan seminar properti, akan tetapi lebih berorientasi mencetak praktisi properti yang benar-benar terjun di bisnis properti dan mengembangkan proyek properti riil.

VISI DAN MISI :

VISI IPP adalah memberi kontribusi didalam pembangunan bisnis properti Indonesia, dengan mencetak SDM handal yang memiliki etika bisnis taat pajak, peduli lingkungan, dan bermanfaat bagi negara dan sesama.

MISI IPP adalah bermetamorfosa menjadi sebuah Akademi atau Universitas yang menempatkan bisnis properti sebagai core utamanya. Dan berusaha mewujudkan misi ini paling lambat pada tahun 2018.

ALAMAT KANTOR :

Kantor Pusat
Komplek Ruko/Pergudangan Gateway
Blok D no. 24/25, Jln. Pepelegi, Waru, SIDOHARJO. Telp; 0812-34565575

Kantor Cabang 1
Jln. Bedugul no.20A Sidakarya
Denpasar BALI. Telp; 0858-75867797

Kantor Cabang 2
Ruko Pancasan no 5, Jalan Ringroad Utara (seberang UPN), Sleman, YOGYAKARTA. Telp; 0813-90888546

Ingin menjalin kerjasama dengan IPP untuk membuka Kelas Properti di kota anda? Bisa menghubungi Bpk. ARI WIBOWO (Direktur Operasional sekaligus Head Trainer IPP) di HP 0812-15204615 dan PIN BB 29E23EEA, atau hubungi sekretariat IPP via sdr. AGUNG di HP 0813-90888546 atau PIN BB 29D22D6F.

PENGURUS :



Penasehat 1; ANDRIE WONGSO
Motivator no#1 di Indonesia, motivator paling luar biasa

Penasehat 2; DEDY SUSANTO
Master of Hypnosis, penulis buku PEMULIHAN JIWA, penulis buku THE POWER Of MONEY MAGNET, owner akun @PemulihanJiwa dengan follower diatas 1.000.000


Direktur Utama ; LILIK MARYANTI
Direktur Operasional ; ARI WIBOWO
Direktur Keuangan; NATALIA GWINDA

JAJARAN TRAINER :
 


Head Trainer
 

Ir. ARI WIBOWO, MBA
Dirut PT. GODHA PROPERTI Developer, Suhu Utama di PERGURUAN KUNGFU PROPERTI, praktisi properti berpengalaman sejak 1994

Trainer

KRISTIAN HARDIANTO, SH
Owner dan Komut BPR GUNUNG RIZKI yang punya puluhan kantor cabang di Jawa, dan pemilik beberapa perusahaan properti

HERU TRI WAHYONO, ST, MM
ex Dirut PT. LINTAS PROPERTI INVESTAMA Developer, praktisi properti 11 tahun

DINNU FERDINANSAH, ST
Dirut PT. TEMBALANG BALE AGUNG Developer, praktisi properti 7 tahun

ACHMAD CHAERUL RASJID, SH, MH
Bankir berpengalaman yang mengabdi di BTN (Bank Tabungan Negara) dan fasih memahami materi soal kredit (pemilikan lahan, konstruksi, pemilikan rumah) yang terkait dengan bisnis properti.

HENDY SANJAYA, ST
Direktur PT. PUTRA KINASIH SENTOSA Developer, praktisi properti berpengalaman 12 tahun

CARA PENDAFTARAN :

Yang berminat mendaftar ikut Kelas Properti IPP, silahkan mengirimkan data-data sebagai berikut ;

Nama Lengkap :
Tempat/Tgl Lahir :
No HP :
PIN BB :
Email :
Alamat Surat Menyurat :
Pendidikan Terakhir :

Dikirimkan ke email;
sekretariat.ipp@gmail.com
Kemudian konfirmasi via telpon ke;
Sdr. AGUNG di HP 0813-90888546 / PIN 29D22D6F

BIAYA PENDAFTARAN :

Kelas Jawa Bali
Biaya Rp 7.500.000/peserta
* Diluar Jawa Bali tergantung kondisi
* Jika penyelenggara bukan IPP sendiri tetapi bermitra dengan EO, maka harga paket belajar ditetapkan oleh EO

Cara Pembayaran;
Uang Muka Rp 3.500.000,-
Diangsur Rp 500.000 x 8 Modul
Dibayar H-7 sebelumnya


Yang mendaftar dan membayar Uang Muka paling lambat tanggal 15 Oktober 2013, mendapat bonus menginap 1 malam di Hotel tempat diselenggarakannya acara (twin sharing).

Disetor ke rekening sbb;
Ari Wibowo
BCA 222 0365789


Penyetoran dilakukan dengan menambah 2 digit no belakang HP anda. Misal: Rp 3.500.032,- karena 2 digit belakang no HP anda adalah 32. Penambahan ini dilakukan untuk kepentingan verifikasi.

Pendaftaran peserta berlanjut sepanjang waktu, tidak ada kata terlambat karena seandainya terlambat  mengikuti modul awal, bisa mengikutinya di angkatan selanjutnya di kota yang sama, atau ikut kelas properti IPP di kota lainnya.

Untuk peserta yang bermaksud mengulang modul bisa kapan saja mengikutinya dengan membayar biaya reseat Rp 250.000/modul.

KELAS DIBUKA :
 
Angkatan I Surabaya
Di Hotel SANTIKA Surabaya

Tgl 26, 27 Okt 2013 (2 modul)
Tgl 22,23,24 Nop 2013 (3 modul)
Tgl 13,14,15 Des 2013 (3 modul)

Angkatan II Yogyakarta
Di Hotel LPP Convention Yogyakarta

Tgl 9,10 Nop 2013 (2 modul)
Tgl 6,7,8 Des 2013 (3 modul)
Tgl 10,11,12 Jan 2014 (3 modul)

JAM BELAJAR :

08.00 - 09.45
Penyampaian Materi
09.45 - 10.00
Coffee Break
10.00 - 12.00
Penyampaian Materi
12.00 - 13.00
Istirahat Sholat Makan Siang
13.00 - 14.00
Penyampaian Materi
14.00 - 14.10
Joget Bersama
14.10 - 15.00
Penyampaian Materi
15.00 - 15.15
Coffee Break
15.15 - 17.00
Penyampaian Materi

MODUL BELAJAR :

MODUL 1

1.A. TEKNIK PENCARIAN LAHAN
Cara Berburu Lahan, Cara Negoisasi Lahan guna mendapatkan Harga Tanah yang wajar, Profit Sharing yang besar, dan Modal yang dibatasi.

1.B. TEKNIK EKSEKUSI LAHAN
Menyiapkan Skenario Legal yang benar dan aman saat mengeksekusi lahan, baik dalam skenario perorangan maupun skenario PT.

MODUL 2

2.A. TEKNIK PERENCANAAN
Membuat Site Plan, Membuat Desain Bangunan (denah, tampak, potongan), Menentukan Spesifikasi Bangunan. Membuat Detail Gambar Kerja. Membuat Gambar 3 Dimensi.

2.B. PERORANGAN / BADAN HUKUM?
Kajian untuk menetapkan apakah mengembangkan proyek dengan badan hukum atau perorangan, disertai analisa untung ruginya.

2.C. CARA MENGURUS PERIJINAN
Mengurus perijinan di kantor pertanahan, dan juga di Pemda setempat, dengan output berupa split IMB dan split SHGB/SHM. Tahapan proses yang dilalui; mengurus Ijin Prinsip, Ijin Lokasi, UKL/UPL, Site Plan, IMB dll). Diberikan juga contoh format mengurus perijinan dan dokumen yang harus dilengkapi.

MODUL 3

3.A. TEKNIK MEMBUAT ACTION PLAN
Bagaimana menghitung HPT (Harga Pokok Tanah) dengan menghitung biaya perolehan lahan, budget pematangan lahan, budget overhead cost, proyeksi cashflow. Outputnya berupa Executive Summary.

3.B. TEKNIK MEMBUAT BUSINESS PLAN
Membuat proposal yang bisa dipergunakan untuk meyakinkan MPT (mitra pemilik tanah) dan MPM (mitra pemilik modal). Business Plan menyebutkan soal Proyeksi Laba, Kebutuhan Modal, dan Durasi Umur Proyek. Juga menyebutkan proyeksi Omset dan Rencana Harga Jual.

MODUL 4

4.A. TEKNIK PELAKSANAAN PROYEK
Bagaimana melaksanakan proyek dengan sistem swakelola atau disubkontrakkan. Lengkap dengan contoh-contoh form administrasinya (Kartu Hutang, SPK, SPP, Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan dll). Bagaimana memilih kontraktor, bagaimana mengendalikan mutu, biaya dan waktu.

4.B. ESTATE MANAJEMEN
Bagaimana mengelola lingkungan infrastruktur yang sudah dibangun dengan manajemen estate yang benar terkait; kebersihan, keindahan, keamanan, penerangan (PJU), dan perawatan fasos/fasum yang ada.

MODUL 5

5.A. DUKUNGAN PERBANKAN
Mempelajari cara mengurus KPL (kredit pemilikan lahan), Kredit Konstruksi, dan Kredit Pemilikan Rumah. Dari sisi perbankan dan dari sisi pengembangnya.

5.B. PENGELOLAAN KEUANGAN PROYEK
Mengelola rekening bank, petty cash, Hutang, Piutang, Neraca Laba Rugi Sederhana, dan pelaporan pajak terkait jual beli properti.

MODUL 6

6.A. MARKETING PLAN
Memilih Segmen - Target yang dibidik, serta menetapkan Positioning. Kemudian implementasinya kedalam strategi Produk, strategi Harga, strategi Distribusi, dan strategi Promosi. Matrik strategi Marketing berdasarkan Life Cycle Product. Dan cara menciptakan Keunggulan Kompetitif di produk properti yang kita pasarkan.

6.B. SALES MANAJEMEN
Menciptakan manajemen sales yang baik, sistem bonus yang baik, dan bagaimana cara membekali selling skill kepada sales force.

MODUL 7

7.A. ADMINISTRASI PEMASARAN
Menyiapkan sistem yang rapi untuk manajemen administrasi pemasaran, mulai dari Surat Pesanan, Surat Perikatan Jual Beli, dll. Bagaimana agar administrasi running by system, not by person.

7.B. SISTEM OPERASIONAL PROSEDUR
Memberikan materi berbagai form administrasi yang diperlukan terkait kepentingan transaksi konsumen, mulai dari bayar tanda jadi, urus KPR, AJB PPAT, sampai dengan penyerahan bangunan.

MODUL 8

8.A. KEWIRA-USAHAAN
Menanamkan jiwa entrepreneur kepada peserta, supaya berani menjadi pengusaha properti yang mandiri, selain menjadi profesional praktisi properti di perusahaaan lain. Bagaimana menyiapkan mentalitas untuk menjadi seorang wirausahawan.

8.B. MODUL BEBAS
Ini adalah modul bebas yang tetap memiliki benang merah dengan bisnis properti secara langsung Akan dihadirkan pengajar luar yang memberikan kuliah umum soal highrise building, motivasi,  hypnosis, dll. Diusahakan tamunya punya kaliber nasional dan materinya berbobot.

Label

Action Yuk anak Android Android Klinik Apk and Software Artikel Bisnis Online Berburu Lahan berita Bisnis Forex Trading Business Online Tips Bussines Cara Sukses Bisnis Online Cari Lahan - Skenario Legal Carilah Mentor Contoh Model Baju Muslim Terbaru 2016 Deklarasikan Profesi Anda Differensiasi dan Benefit Dunia Kesenian Fashion gigi GudangmuDroid | Free Download Game Android INFORMASI SEPUTAR GURU Inspiratif Internet Marketing Tips Jaringan Listrik Di Perumahan JEPARA Kampoeng Pelangi kehamilan Kepuasan Pelanggan Kesehatan Keuangan - Menghitung Kebutuhan Modal Keuangan - Modal Kerja Kiat Sukses Bisnis Online Konsep kerjasama MPK dan (MPT + MPM) KPR - Apraisal dan Taksasi Kuliner kulit-kecantikan lain-lain makanan sehat Manajemen Resiko Marketing - Budgeting Marketing - Cost Leadership Marketing - Fokus Menciptakan Benefit Marketing - Harga Jual Marketing - Keunggulan Kompetitif Marketing - Merekrut Sales Marketing - Open House Marketing - Pembelian Kolektif Marketing - Personal Selling Marketing - Positioning Marketing - Produk Inovatif Marketing - Promosi via FB Marketing - Segmen Target Marketing - Teknik Promosi Marketing - Teknik Supporting Megurus Perijinan Membuka Toko Online Mencari Investor (Mitra Pemilik Modal) Mencari Peluang Mencari Rekanan Kontraktor Mengurus Perijinan Menunda Bayar Tanah Meringankan Cashflow Metode Quick Count Mitra Pemilik Tanah Motivasi Negoisasi Tanah - Profit Sharing obat-penyakit Online Shop pajak properti Pemasaran Pendidikan Pengurangan Laba Perencanaan Bangunan Perijinan - Pemecahan Sertipikat Perijinan Perumahan Perjanjian Dengan Investor Perjanjian Dengan Pemilik Tanah pria Produk Inovatif Promosi Advetorial Promosi Kreatif Promosi Sopping Power Properti review Ruang Marketing Rumah Murah Seni Budaya SEO Skenario Legal Social Cost Strategi DP Ringan Strategi Menyehatkan Cashflow Strategi Negoisasi Soal Aset Strategi Pemasaran - Jari Lentik Strategi Pemasaran Properti Teknik - Sub Kontraktor atau Swakelola Teknik Membuat Penawaran Lahan Teknik Mencari Lahan Teknik Mencari Pemodal Teknologi Teknologi Terbaru 2016 Teknologi Terbaru 2017 Teknologi Terbaru 2018 Teknologi Terbaru 2019 tips Tips Blogging Tips SEO Tips Sukses Bisnis Online Toko Online wanita