TANTENYA PACARAN, KEPONAKAN HISTERIS KETAKUTAN

3:47 PM
SEGMENTASI DAN TARGETING



Jin Properti - "Tanteee, takuuuut. Tanteee, takuuuuttt ...", seorang anak kecil menangis ketakutan tepat di kursi sebelah saya, ketika berlangsung pertunjukan film The Conjuring. Berisik sekali dan bikin gak konsentrasi. Saat itu adegannya ada anak perempuan sedang tidur dan kakinya ditarik-tarik oleh hantu penghuni rumah angker.

Film The Conjuring adalah sebuah film horor yang sangat menakutkan dan penuh kejutan. Suara sound yang tiba-tiba dan menggelegar seakan membuat jantung mau copot. Orang dewasa saja bisa sport jantung, apalagi anak kecil yang ada disebelah saya, perempuan usia 7-8 tahun. Entah kenapa tantenya mengajak dia menonton film horor tersebut.

Tak mungkin tantenya tidak tahu bahwa ini film horor. Lha gambar posternya saja sudah menakutkan. Ada boneka seram dipangku hantu wanita yang duduk di kursi malas. Background posternya hitam, lambang kematian, lambang ketakutan.

Melihat si tante dan seorang pemuda sibuk menenangkan anak perempuan tadi yang terus menangis, saya mengira mungkin si tante ini pamitnya mau pergi ke mall ajak keponakan, padahal diam-diam kencan sama cowoknya dan janjian nonton film. Keponakan diajak cuma buat alibi pacaran saja, hahaha ... Tapi kebangeten sekali anak 7 tahun diajak nonton film horor sampai menangis dan histeris ketakutan begitu.

Sobat properti, meski saya tak kenal produser film The Conjuring, tapi saya bisa menebak bahwa film ini menyasar SEGMEN market usia 13 tahun keatas, yang logika berpikirnya sudah rasional dan tahu membedakan mana film dan mana alam nyata. Soal usia, jenis kelamin, agama, tingkat pendidikan, mata pencaharian, serta ras calon penonton film tak jadi masalah karena harga tiket yang cuma 30.000/lembar mampu dibeli semua kalangan.

Lebih spesifik lagi, film ini menyasar TARGET market penonton yang menyukai genre film horor. Ini sudah menyangkut 'perilaku' dan psikografis dari calon penonton yang jadi target marketnya. Karena tak semua penonton menyukai genre ini. Ada yang lebih suka film science action, drama, komedi situasi, petualangan dll.

Setiap produk pasti diciptakan untuk menyasar SEGMEN dan TARGET tertentu. Ada yang menyasar market yang luas, ada juga yang menyasar market yang sempit bahkan khusus (niche market). Dalam kasus diatas, film The Conjuring diproduksi untuk penonton usia 13 tahun keatas yang suka genre horor. Makanya kalau memaksakan anak umur 7 tahun nonton, jangan kaget si anak histeris ketakutan.

Sobat properti, begitupun yang harus anda lakukan dalam menciptakan produk properti yang akan anda pasarkan, anda harus tahu SEGMEN pasar yang dituju, dan TARGET pasar yang dipilih. Jangan rancu soal Segmen dan Target, keduanya hampir sama, tetapi Target lebih mengerucut. Segmen agak bersifat umum, sementara Target lebih spesifik.

Biasanya menetapkan Segmen dan Target diperinci berdasarkan GEOGRAFIS (daerah), DEMOGRAFIS (usia, jenis kelamin, mata pencaharian, agama, ras, tingkat pendidikan, besar penghasilan dll), dan juga PSIKOGRAFIS (minat, hobby, kebiasaan, perilaku dll).

Ketika saya punya rencana membangun dan memasarkan produk KOKOSTEL (toko + kost fasilitas hotel) di Yogya, saya juga menetapkan SEGMEN serta TARGET market yang akan saya bidik, yaitu;

GEOGRAFIS ; Seluruh Indonesia, bukan hanya Yogya dan sekitarnya, karena ini produk investasi (bukan untuk dihuni sendiri).

DEMOGRAFIS ; pria/wanita, semua ras, semua agama, pendidikan D3 keatas, usia 30 tahun keatas (sudah mapan secara karir dan ekonomi), pengusaha, eksekutif, manager, penghasilan > 20 juta sebulan, punya tabungan minimal 250 juta (untuk bayar uang muka).

PSIKOGRAFIS ; suka investasi, pemburu pasive income, wawasan global (tahu bahwa Yogya adalah kota pelajar sekaligus kota wisata).

Perincian yang saya sebutkan diatas sudah agak mengerucut dan spesifik, jadi anda boleh sebutkan bahwa itu adalah TARGET Market. Tapi tak mungkin ada target market jika sebelumnya belum ada SEGMEN Market. Darimana saya bisa menyebut usia 30 tahun keatas sebagai target market saya? Karena sebelumnya di phase segmentasi mungkin saya menulis bahwa segmen yang dibidik adalah lulusan D3 dengan asumsi sejak usia 22 tahun sudah mulai kerja, dan setelah berkarir 8 tahun dianggap sudah menemukan karir yang mapan dan memiliki penghasilan yang cukup.

Kenapa saya sebutkan target market yang memiliki penghasilan diatas 20jt/bulan? Karena kami menjual produk harga 860 jutaan. Jika konsumen membayar UM 260 juta, berarti sisanya plafond kredit 600 juta. Dengan asumsi ambil KPR tenor 15 tahun, besar angsuran KPR kisaran 6,4 juta/bulan. Dan untuk itu diperlukan syarat penghasilan 3 x 6,5 = 19,5 juta/bulan.

Tak perlu saya jelaskan lebih panjang. Substansinya adalah bahwa anda mesti menentukan siapa target market produk anda, supaya anda tahu kemana anda akan mencarinya. Mustahil anda mau berburu jika tidak tahu dimana obyek buruannya berada. Jika anda mencari konsumen berpenghasilan 20 juta/bulan, mana mungkin anda cari buruh pabrik atau guru Sekolah Dasar. Pasti anda mencari individu yang suka main golf atau naik motor gede atau pengusaha yang punya bisnis sendiri.

Gunanya membuat Segmentasi dan Targeting adalah supaya kita bisa menyajikan produk yang tepat, dan memilih promosi yang tepat guna menjangkau Target Market yang kita tentukan. Jika kita tidak melakukan Segmentasi - Targeting, kita tidak punya acuan harus melakukan apa dan menyasar siapa akibat sasarannya terlalu luas dan terlalu umum.


Semoga bisa dipahami perihal Segmentasi dan Targeting ini ...

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔

Label

Action Yuk anak Android Android Klinik Apk and Software Artikel Bisnis Online Berburu Lahan berita Bisnis Forex Trading Business Online Tips Bussines Cara Sukses Bisnis Online Cari Lahan - Skenario Legal Carilah Mentor Contoh Model Baju Muslim Terbaru 2016 Deklarasikan Profesi Anda Differensiasi dan Benefit Dunia Kesenian Fashion gigi GudangmuDroid | Free Download Game Android INFORMASI SEPUTAR GURU Inspiratif Internet Marketing Tips Jaringan Listrik Di Perumahan JEPARA Kampoeng Pelangi kehamilan Kepuasan Pelanggan Kesehatan Keuangan - Menghitung Kebutuhan Modal Keuangan - Modal Kerja Kiat Sukses Bisnis Online Konsep kerjasama MPK dan (MPT + MPM) KPR - Apraisal dan Taksasi Kuliner kulit-kecantikan lain-lain makanan sehat Manajemen Resiko Marketing - Budgeting Marketing - Cost Leadership Marketing - Fokus Menciptakan Benefit Marketing - Harga Jual Marketing - Keunggulan Kompetitif Marketing - Merekrut Sales Marketing - Open House Marketing - Pembelian Kolektif Marketing - Personal Selling Marketing - Positioning Marketing - Produk Inovatif Marketing - Promosi via FB Marketing - Segmen Target Marketing - Teknik Promosi Marketing - Teknik Supporting Megurus Perijinan Membuka Toko Online Mencari Investor (Mitra Pemilik Modal) Mencari Peluang Mencari Rekanan Kontraktor Mengurus Perijinan Menunda Bayar Tanah Meringankan Cashflow Metode Quick Count Mitra Pemilik Tanah Motivasi Negoisasi Tanah - Profit Sharing obat-penyakit Online Shop pajak properti Pemasaran Pendidikan Pengurangan Laba Perencanaan Bangunan Perijinan - Pemecahan Sertipikat Perijinan Perumahan Perjanjian Dengan Investor Perjanjian Dengan Pemilik Tanah pria Produk Inovatif Promosi Advetorial Promosi Kreatif Promosi Sopping Power Properti review Ruang Marketing Rumah Murah Seni Budaya SEO Skenario Legal Social Cost Strategi DP Ringan Strategi Menyehatkan Cashflow Strategi Negoisasi Soal Aset Strategi Pemasaran - Jari Lentik Strategi Pemasaran Properti Teknik - Sub Kontraktor atau Swakelola Teknik Membuat Penawaran Lahan Teknik Mencari Lahan Teknik Mencari Pemodal Teknologi Teknologi Terbaru 2016 Teknologi Terbaru 2017 Teknologi Terbaru 2018 Teknologi Terbaru 2019 tips Tips Blogging Tips SEO Tips Sukses Bisnis Online Toko Online wanita