Dua Kurikulum Bikin Guru Pusing

12:51 AM

Guru sedang upacara. Foto: dok.JPNN
Guru sedang upacara. Foto: dok.JPNN
TANGERANG - Pelaksanaan dua kurikulum di Kabupaten dan Kota Tangerang bikin guru di sekolah negeri dan swasta pusing.
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di dua wilayah tersebut menilai peralihan Kurikulum 2013 (K-13) ke Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) banyak masalah teknis.
  
Ketua PGRI Kabupaten Tangerang, Kosrudin mengatakan, penerapan dua kurikulum dalam setahun dianggapnya sebagai sejarah baru dan masalah bagi dunia pendidikan.
Menurutnya peralihan dari K-13 ke KTSP seperti halnya penerapan kurikulum baru sehingga menyulitkan guru, kepala sekolah sampai wali murid. Ketersediaan sarana dan prasarana penunjang KTSP juga sangat minim.
"Penerapan KTSP membutuhkan buku sumber, buku pegangan guru, buku administrasi kelas, buku nilai, buku raport dan lainnya. Tidak mungkin kita memakai instrumen K-13, sementara sejak penggunaan K13 semua sarana dan prasarana penunjang KTSP sudah tidak digunakan lagi ada hilang dan kebanyakan sudah rusak. Ini masalah buat guru dan sekolah," ujarnya saat dihubungi Satelit News (Grup JPNN), kemarin.
  
Lanjut Kosrudin, seharusnya pemerintah pusat memikirkan dampak teknis seperti ini sehingga tidak menjadi polemik lagi di daerah. Terlebih, sekolah tidak mungkin menarik iuran atau biaya untuk pembelian buku dari wali murid karena akan memicu gejolak lagi.
  
"Kalaupun ada buku-buku KTSP, itupun sangat sedikit dan sulit dicari. Kita juga bisa menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), karena sudah digunakan untuk yang lain. Guru makin dibuat pusing oleh pemerintah," tegasnya.
  
Masalah lainnya kata Kosrudin, peluang terjadinya pengulangan materi pelajaran sangat besar. Semisal materi itu sudah diberikan di Semester 1 dengan K-13, namun masuk ke KTSP di semester 2 bisa jadi ada materi yang sudah dipelajari muncul.  
Selain itu, ada juga masalah penilaian dan pengunaan buku raport. "Masalah-masalah ini memang membutuhkan perhatian serius," katanya.
  
Terpisah Pemerhati Pendidikan Kota Tangerang, Dr Age Taufiq mengaku kecewa dengan Pemkot Tangerang yang mengambil kebijakan tetap menggunakan Kurikulum 2013. Padahal, banyak kendala yang dihadapi di masing-masing sekolah terutama bagi pelaksana tingkat pendidikan dasar.
"Alih-alih K-13 mengurangi beban siswa, justru kondisinya malah  sebaliknya. Secara kuantitatif jumlah mata pelajaran siswa tingkat SMP, pada KTSP berjumlah 11 mata pelajaran sedangkan pada K13 menjadi 10. Tetapi pengurangan jumlah mata pelajaran tersebut sejatinya tidak mengurangi beban siswa, tetapi justru memberatkan, karena jumlah jam pelajaran yang dalam KTSP berjumlah 32 jam pelajaran bertambah menjadi 38 jam per minggu. Sedangkan untuk SMA/SMK pada  KTSPsebelumnya berjumlah 38 jam bertambah menjadi 48 jam per minggu pada K13," terangnya.
  
Menurutnya, walaupun K-13 secara teoritis bagus untuk para siswa tetapi bila tidak diikuti dengan perangkat pendukungnya akan menjadi produk kurang bermanfaat. (widiawati/aditya)
 

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔

Label

Action Yuk anak Android Android Klinik Apk and Software Artikel Bisnis Online Berburu Lahan berita Bisnis Forex Trading Business Online Tips Bussines Cara Sukses Bisnis Online Cari Lahan - Skenario Legal Carilah Mentor Contoh Model Baju Muslim Terbaru 2016 Deklarasikan Profesi Anda Differensiasi dan Benefit Dunia Kesenian Fashion gigi GudangmuDroid | Free Download Game Android INFORMASI SEPUTAR GURU Inspiratif Internet Marketing Tips Jaringan Listrik Di Perumahan JEPARA Kampoeng Pelangi kehamilan Kepuasan Pelanggan Kesehatan Keuangan - Menghitung Kebutuhan Modal Keuangan - Modal Kerja Kiat Sukses Bisnis Online Konsep kerjasama MPK dan (MPT + MPM) KPR - Apraisal dan Taksasi Kuliner kulit-kecantikan lain-lain makanan sehat Manajemen Resiko Marketing - Budgeting Marketing - Cost Leadership Marketing - Fokus Menciptakan Benefit Marketing - Harga Jual Marketing - Keunggulan Kompetitif Marketing - Merekrut Sales Marketing - Open House Marketing - Pembelian Kolektif Marketing - Personal Selling Marketing - Positioning Marketing - Produk Inovatif Marketing - Promosi via FB Marketing - Segmen Target Marketing - Teknik Promosi Marketing - Teknik Supporting Megurus Perijinan Membuka Toko Online Mencari Investor (Mitra Pemilik Modal) Mencari Peluang Mencari Rekanan Kontraktor Mengurus Perijinan Menunda Bayar Tanah Meringankan Cashflow Metode Quick Count Mitra Pemilik Tanah Motivasi Negoisasi Tanah - Profit Sharing obat-penyakit Online Shop pajak properti Pemasaran Pendidikan Pengurangan Laba Perencanaan Bangunan Perijinan - Pemecahan Sertipikat Perijinan Perumahan Perjanjian Dengan Investor Perjanjian Dengan Pemilik Tanah pria Produk Inovatif Promosi Advetorial Promosi Kreatif Promosi Sopping Power Properti review Ruang Marketing Rumah Murah Seni Budaya SEO Skenario Legal Social Cost Strategi DP Ringan Strategi Menyehatkan Cashflow Strategi Negoisasi Soal Aset Strategi Pemasaran - Jari Lentik Strategi Pemasaran Properti Teknik - Sub Kontraktor atau Swakelola Teknik Membuat Penawaran Lahan Teknik Mencari Lahan Teknik Mencari Pemodal Teknologi Teknologi Terbaru 2016 Teknologi Terbaru 2017 Teknologi Terbaru 2018 Teknologi Terbaru 2019 tips Tips Blogging Tips SEO Tips Sukses Bisnis Online Toko Online wanita