Lemah di Guru dan Tenaga Kependidikan

11:36 PM

Lemah di Guru dan Tenaga Kependidikan



Para guru mengikuti upacara. Foto: dok.JPNN
Para guru mengikuti upacara. Foto: dok.JPNN
JAKARTA - Pemenuhan delapan standar nasional pendidikan (SNP) masih rendah. Hasil akreditasi Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M) menyebutkan, nilai terendah masih untuk urusan standar guru, tenaga kependidikan, sarana prasarana sekolah.

Kepala BAN S/M Abdul Mukti menjelaskan, selama 2014 telah dilakukan 27.656 akreditasi sekolah dan madrasah.
"Angka itu lebih tinggi dari target sasaran sebesar 19.500," katanya di Jakarta kemarin. Mereka berhasil menambah sasaran akreditasi karena melakukan penghematan operasional tim asesor.

Dari total sekolah yang diakreditasi, paling banyak terdapat di Provinsi Jawa Timur dengan jumlah 2.965 unit sekolah dan madrasah.
Kemudian disusul Provinsi Jawa Barat (2.550 unit) dan Sulawesi Selatan (1.766 unit). Dia mengatakan target sasaran akreditasi sekolah tahun depan adalah sekolah-sekolah di kawasan terdepan, terluar, dan terpencil.

Evaluasi dari akreditasi 2014 menunjukkan, kualitas pemenuhan standar guru dan tenaga kependidikan di sekolah dengan akreditasi C dan TT (tidak terakreditasi) masih lemah.
"Contoh paling memprihatinkan ada di SD," ujar pria yang juga dosen Unviersitas Islam Negeri (UIN) Jakarta itu.

Mukti menuturkan banyak SD yang tidak memenuhi standar layanan minimal karena tidak memiliki tenaga tata usaha (TU). Padahal aturan dari pemerintah, SD yang memiliki minimal enam rombongan belajar (rombel), wajib memiliki satu orang tenaga TU. "Di lapangan yang banyak terjadi, kepala sekolah merangkap sebagai TU di SD," ungkapnya.

Kondisi pemenuhan standar guru, menurut Mukti, juga perlu diperbaiki. Dia mencontohkan salah satu indikator penilaian akreditasi adalah, jumlah guru yang sesuai mapel dan ijazahnya. Contohnya untuk guru mata pelajaran agama dan pendidikan jasmani, harus diampu oleh guru-guru berijazah yang sama.

Meskipun sudah jelas ada kekurangan di sektor guru dan tenaga kependidikan, pemerintah pusat tidak bisa berbuat banyak. Sebab kewenangan perekrutan guru dan tenaga kependidikan, ada di tangan pemerintah kabupaten atau kota. Mukti menjelaskan selama ini jarang sekali ada rektrutmen CPNS untuk posisi tenaga TU di SD.

Staf BAN S/M Tita Lestari menuturkan, sejumlah daerah memiliki strategi untuk meningkatkan akreditasi di wilayah masing-masing. Ia mencontohkan di Kota Surabaya, sekolah yang terakreditasi C dilarang menyelenggaraan ujian nasional (unas). "Padahal aturannya sekolah yang dilarang menyelenggarakan unas yang akreditasinya TT," jelasnya.

Dengan strategi tadi, sekolah-sekolah di kota pahlawan berlomba-lomba supaya tidak mendapat akreditasi C dan TT. Sebab setiap sekolah ingin bisa menyelenggarakan unas sendiri. Sehingga nama sekolah akan tercamtum di ijazah siswanya. (wan)

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔

Label

Action Yuk anak Android Android Klinik Apk and Software Artikel Bisnis Online Berburu Lahan berita Bisnis Forex Trading Business Online Tips Bussines Cara Sukses Bisnis Online Cari Lahan - Skenario Legal Carilah Mentor Contoh Model Baju Muslim Terbaru 2016 Deklarasikan Profesi Anda Differensiasi dan Benefit Dunia Kesenian Fashion gigi GudangmuDroid | Free Download Game Android INFORMASI SEPUTAR GURU Inspiratif Internet Marketing Tips Jaringan Listrik Di Perumahan JEPARA Kampoeng Pelangi kehamilan Kepuasan Pelanggan Kesehatan Keuangan - Menghitung Kebutuhan Modal Keuangan - Modal Kerja Kiat Sukses Bisnis Online Konsep kerjasama MPK dan (MPT + MPM) KPR - Apraisal dan Taksasi Kuliner kulit-kecantikan lain-lain makanan sehat Manajemen Resiko Marketing - Budgeting Marketing - Cost Leadership Marketing - Fokus Menciptakan Benefit Marketing - Harga Jual Marketing - Keunggulan Kompetitif Marketing - Merekrut Sales Marketing - Open House Marketing - Pembelian Kolektif Marketing - Personal Selling Marketing - Positioning Marketing - Produk Inovatif Marketing - Promosi via FB Marketing - Segmen Target Marketing - Teknik Promosi Marketing - Teknik Supporting Megurus Perijinan Membuka Toko Online Mencari Investor (Mitra Pemilik Modal) Mencari Peluang Mencari Rekanan Kontraktor Mengurus Perijinan Menunda Bayar Tanah Meringankan Cashflow Metode Quick Count Mitra Pemilik Tanah Motivasi Negoisasi Tanah - Profit Sharing obat-penyakit Online Shop pajak properti Pemasaran Pendidikan Pengurangan Laba Perencanaan Bangunan Perijinan - Pemecahan Sertipikat Perijinan Perumahan Perjanjian Dengan Investor Perjanjian Dengan Pemilik Tanah pria Produk Inovatif Promosi Advetorial Promosi Kreatif Promosi Sopping Power Properti review Ruang Marketing Rumah Murah Seni Budaya SEO Skenario Legal Social Cost Strategi DP Ringan Strategi Menyehatkan Cashflow Strategi Negoisasi Soal Aset Strategi Pemasaran - Jari Lentik Strategi Pemasaran Properti Teknik - Sub Kontraktor atau Swakelola Teknik Membuat Penawaran Lahan Teknik Mencari Lahan Teknik Mencari Pemodal Teknologi Teknologi Terbaru 2016 Teknologi Terbaru 2017 Teknologi Terbaru 2018 Teknologi Terbaru 2019 tips Tips Blogging Tips SEO Tips Sukses Bisnis Online Toko Online wanita